Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Uzbekistan: Pentingnya Keterlibatan Rakyat dalam Perumusan Konstitusi

Selasa, 5 Juli 2022 | 19:57 WIB
Oleh : JNS
Data https://meningkonstitutsiyam.uz/en per 5 Juli 2022.

Jakarta, Beritasatu.com - Memastikan stabilitas sosial dan pembangunan berkelanjutan adalah fokus utama pemerintahan Uzbekistan saat ini.

Hal ini disampaikan oleh Presiden Uzbekistan Shavkat Mirziyoyev saat pertemuan dengan para Komisi Konstitusi terkait amandemen terhadap Konstitusi Republik Uzbekistan, belum lama ini.

Dalam paparannya, Shavkat Mirziyoyev menegaskan pentingnya gotong royong dalam mencapai tujuan ini.

“Mengandalkan Konstitusi kami yang diperbarui, yang akan menjadi ekspresi cerah dari pemikiran politik dan hukum rakyat kami, kami pasti akan membangun Uzbekistan baru bersama-sama,” jelas Shavkat Mirziyoyev, sebagaimana dikutip dari siaran pers yang diterima Kedutaan Uzbekistan di Jakarta, Selasa (5/7/2022).

Menurut Shavkat Mirziyoyev, Konstitusi perlu mencerminkan jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan mendesak terkait situasi kompleks yang dihadapi saat ini. Konstitusi yang telah diperbaharui juga perlu membentuk basis hukum yang konkret dan jaminan yang dapat diandalkan untuk strategi pembangunan berkelanjutan Uzbekistan. Serta demi kesejahteraan rakyat maupun negara. Dari sudut pandang ini, perlu untuk menganalisis dan menafsirkan usul praktis yang diajukan oleh kepala negara tentang pembaruan Konstitusi ke dalam beberapa kelompok besar.

Landasan Konstitusi Martabat Manusia

Sementara itu, Shavkat Mirziyoyev turut menyampaikan kepada publik mengenai usulan-usulannya yang secara spesifik berkaitan dengan nyawa, kebebasan, martabat manusia, serta hak-hak yang tidak dapat diganggu gugat dan kepentingan yang sah.

Menurut Presiden Uzbekistan, mengangkat martabat manusia harus menjadi tugas konstitusional dan tugas prioritas otoritas negara.

"Seseorang bukanlah sarana untuk mencapai suatu tujuan bagi negara dan masyarakat, sebaliknya, ia harus menjadi isi dan sumber utama dari tujuan ini dan memiliki nilai tertinggi," ujar Shavkat Mirziyoyev.

Terdapat usulan terkait pentingnya menambah norma dalam konstitusi mengenai dilarangnya hukuman mati.

“Hak terhadap hidup adalah hak alamiah setiap makhluk hidup, bukan negara. Sang Pencipta yang memberikan hak ini,” jelas Shavkat Mirziyoyev.

Ketiga, berdasarkan “Rule of Miranda”, sebagaimana yang tercerminkan dalam konstitusi dan undang-undang banyak negara maupun dokumen internasional hak asasi manusia, saat penangkapan seseorang, hak dan alasan dirinya tertangkap harus dijelaskan dalam bahasa yang mudah.

Keempat, pentingnya membentuk kelembagaan “habeas corpus”. Seseorang tidak dapat ditahan selama lebih dari 48 jam sebelum adanya putusan pengadilan.

"Jika pengadilan tidak membuat keputusan untuk menangkap seseorang atau membatasi kebebasannya dengan cara lain dalam jangka waktu yang ditentukan, maka kita harus mencerminkan norma bahwa orang tersebut harus segera dibebaskan dalam konstitusi,” ujar Presiden Uzbekistan.

Kelima, harus secara tegas tertulis dalam Konstitusi bahwa "keyakinan seseorang dan akibat hukum yang timbul darinya tidak dapat menjadi dasar untuk membatasi hak-hak kerabatnya."

Undang-undang dasar harus mencerminkan norma bahwa perlakuan manusiawi dan martabat semua orang yang dirampas kebebasannya harus dijamin. Konstitusi yang diperbarui juga harus memastikan tindakan hukum yang diterapkan pada seseorang dalam pertimbangan administrasi, perdata, ekonomi, tanggung jawab pidana dan kasus-kasus lain harus cukup untuk mencapai tujuan hukum dan memberikan bantuan sebanyak mungkin kepada orang itu sebaik mungkin.

Dalam undang-undang dasar, setiap warga negara harus berhak bebas bergerak di negara tersebut dan memilih tempat tinggal. Setiap warga negara juga bisa meninggalkan maupun kembali ke negara tersebut tanpa hambatan.

Shavkat Mirziyoyev menambahkan, privasi setiap warga negara dan jaminannya harus diperkuat di tingkat Konstitusi.

Tujuan utama dari proposal ini adalah untuk mengintegrasikan secara mendalam gagasan "untuk martabat manusia" dan prinsip utama reformasi saat ini, "Manusia - masyarakat-negara" ke dalam isi konstitusi, dan mengubahnya menjadi nilai utama dalam kehidupan praktis.

"Harkat, kehormatan, dan kebanggaan seseorang harus menjadi prioritas utama di semua bidang mulai sekarang," jelas Presiden Uzbekistan.

Adapun Shavkat Mirziyoyev mengatakan pihaknya telah membuat serangkaian proposal yang bertujuan untuk memperkuat gagasan Uzbekistan sebagai negara sosial dalam undang-undang dasar. Menurutnya, konsep “martabat manusia” erat kaitannya dengan konsep “negara sosial”.

Dirinya menjelaskan, “welfare state (atau negara kesejahteraan) adalah model negara yang melakukan kebijakan yang efektif untuk mengurangi perbedaan sosial dan membantu yang membutuhkan."

Shavkat Mirziyoyev juga menegaskan Uzbekistan adalah negara hukum.

"Aturan hukum adalah gagasan pembangunan dan penemuan besar yang terbentuk sebagai hasil kerja keras umat manusia selama ribuan tahun,” jelas Presiden Uzbekistan.

Adapun proposal yang direkomendasikan untuk dimasukkan ke dalam Konstitusi berkaitan dengan dengan isu pembangunan negara hukum yang demokratis dan manusiawi di Uzbekistan.

Tahap Kegiatan Komisi Konstitusi
Presiden Uzbekistan mengatakan, terdapat tiga tahap kerja Komisi Konstitusi sehubungan dengan pelaksanaan langkah-langkah organisasi dan amandemen Konstitusi Republik Uzbekistan.

Tahap pertama adalah menyelenggarakan penerimaan, penyusunan dan analisis usul perubahan UUD.

Proyek yang dikembangkan atas dasar usulan Komisi Konstitusi akan diajukan ke Dewan Legislatif DPR. Dalam hal ini, tahap pertama kerja Komisi Konstitusi telah berakhir. Tahap kedua adalah mempertimbangkan rancangan UUD terbaru yang telah dikembangkan oleh parlemen dalam debat publik. Menurut Shavkat Mirziyoyev, pendekatan demokratis ini mencerminkan bagaimana “rakyat adalah satu-satunya sumber dan pencipta konstitusi.”

Tahap ketiga adalah pengesahan RUU tentang amandemen UUD, yang disetujui sebagai hasil diskusi publik, dengan mengadakan referendum.

"Saya berpikir bahwa jika kita melaksanakan reformasi konstitusi melalui referendum berdasarkan pendapat dan dukungan warga kita, itu benar-benar akan menjadi ekspresi dari kehendak rakyat kita - konstitusi rakyat yang nyata," jelas Shavkat Mirziyoyev.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI