SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Nama Jalan di Jakarta Berubah, Berikut Dasar Aturannya

Kamis, 7 Juli 2022 | 21:22 WIB
Oleh : Stefani Wijaya / WM
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (dua dari kiri) memberikan keterangan pers soal perubahan nama jalan di Balai Kota Jakarta, Senin 27 Juni 2022

Jakarta, Beritasatu.com - Pemprov DKI Jakarta mengganti nama jalan, gedung, dan zona dengan nama tokoh Betawi dan Jakarta. Hal tersebut berdasarkan Keputusan Gubernur DKI Jakarta 565/2022.

Advertisement

Keputusan tersebut menimbang bahwa tim telah melakukan penilaian atas usulan nama tokoh Betawi dan Jakarta sebagai nama jalan, gedung, dan zona yang dimohon oleh Kepala Dinas Kebudayaan melalui surat tanggal 31 Maret 2022 Nomor 1514/-1.853.1 hal usulan nama jalan tokoh Betawi dan Jakarta.

"Nota Dinas Wali Kota Jakarta Pusat Nomor e-0012/PU.00.00 Peninjauan Lapangan atas Usulan Perubahan Nama Jalan di Kota Administrasi Jakarta Pusat, surat Wali Kota Jakarta Utara tanggal 22 April 2022 Nomor e-0006/PU.07.00 hal pertimbangan usulan perubahan nama jalan Luar Batang dan Jalan Depan Taman Wisata Alam Muara Angke, Nota Dinas Wali Kota Jakarta Barat Nomor e-0001/RB.03 tanggal 22 April 2022 hal Laporan Hasil Pelaksanaan Kegiatan Penelitian Teknis dan Sosialisasi atau Konsultasi Publik Rencana Penamaan Jalan di Wilayah Kota Administrasi Jakarta Barat," tulis surat Keputusan Gubernur DKI Jakarta seperti dikutip Beritasatu.com, Kamis (7/7/2022).

"Surat Wali Kota Jakarta Selatan tanggal 7 Juni 2022 Nomor 740/KR02.02 hal laporan usulan perubahan nama jalan dengan nama tokoh Betawi dan tokoh Jakarta, surat Wali Kota Jakarta Timur tanggal 28 April 2022 nomor e-0074/PU.10.00 hal tanggapan mengenai usulan perubahan nama jalan, serta surat Bupati Kepulauan Seribu tanggal 28 April 2022 Nomor 1401/-1.754 hal Penetapan nama jalan di Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu, sesuai hasil penilaian tim pertimbangan terhadap usulan nama jalan tokoh Betawi dan Jakarta untuk nama jalan, gedung, dan zona dapat ditetapkan dengan Keputusan Gubernur," sambungnya.

Setelah itu, berdasarkan ketentuan Pasal 8 ayat (2) Keputusan Gubernur 28/1999 tentang pedoman penetapan nama jalan, taman, dan bangunan umum di DKI Jakarta, penetapan nama jalan ditetapkan dengan Keputusan Gubernur.
Kemudian, berdasarkan pertimbangan seperti yang dimaksud diatas, perlu menetapkan Keputusan Gubernur tentang penetapan nama jalan, gedung, dan zona dengan nama tokoh Betawi dan Jakarta.

Setelah pertimbangan di atas, mengingat UU 29/ 2007 tentang Pemerintahan Provinsi DKI Jakarta sebagai Ibu kota Negara Kesatuan Republik Indonesia (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 93, tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4744.

Adapun, mengingat UU 23/ 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 244, tambahan lembaran Negara Republi k Indonesia Nomor 5587 sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan UU 11/2020 tentang Cipta Kerja (lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2020 Nomor 245, tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6573).

Tidak hanya itu, mengingat UU 30/2014 tentang Administrasi Pemerintahan (lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 292, tambahan lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5601) sebagaimana telah diubah dengan UU 11/2020 tentang Cipta Kerja (lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2020 Nomor 245, tambahan lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6573).

Selain UU , adapun Keputusan Gubernur 28/1999 tentang Pedoman penetapan nama Jalan, Taman, dan Bangunan Umum di DKI Jakarta (lembaran Daerah DKI Jakarta Tahun 1999 nomor 11).
Berdasarkan pertimbangan diatas maka menutuskan untuk menetapkan Keputusan Gubernur tentang penetapan nama jalan, gedung, dan zona dengan nama tokoh Betawi dan Jakarta.

Kesatu, menetapkan nama jalan, gedung, dan zona dengan nama tokoh Betawi dan Jakarta sebagaimana tercantum dalam lampiran yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Keputusan Gubernur ini.

Kedua, menugaskan para Wali Kota, Bupati Kepuluan Seribu, Kepala Dinas Bina Marga, Kepala Dinas Perhubungan, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, Kepala Dinas Kebudayaan, para Kepala Suku Dinas Bina Marga, para Kepala Suku Dinas Perhubungan, para Kepala Suku Dinas Kebudayaan, untuk melaksanakan lebih lanjut Keputusan Gubernur ini.

Ketiga, Keputusan Gubernur itu berlaku pada tanggal ditetapkan yaitu yang ditetapkan di Jakarta pada 17 Juni 2022 lalu oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Berikut nama jalan, gedung, dan zona khusus yang diganti:
Nama jalan
1. Jalan Entong Gendut (sebelumnya Jalan Budaya)
2. Jalan Haji Darip (sebelumnya Jalan Bekasi Timur Raya)
3. Jalan Mpok Nori (sebelumnya Jalan Raya Bambu Apus)
4. Jalan H Bokir Bin Dji'un (sebelumnya Jalan Raya Pondok Gede)
5. Jalan Raden Ismail (sebelumnya Jalan Buntu)
6. Jalan Rama Ratu Jaya (sebelumnya Jalan BKT Sisi Barat)
7. Jalan H. Roim Sa'ih (sebelumnya bernama Bantaran Setu Babakan Barat)
8. Jalan KH Ahmad Suhaimi (sebelumnya bernama Bantaran Setu Babakan Timur)
9. Jalan Mahbub Djunaidi (sebelumnya Jalan Srikaya)
10. Jalan KH Guru Anin (sebelumnya Jalan Raya Pasar Minggu sisi Utara)
11. Jalan Hj Tutty Alawiyah (sebelumnya Jalan Warung Buncit Raya)
12. Jalan A Hamid Arief (sebelumnya Jalan Tanah Tinggi 1 gang 5)
13. Jalan H Imam Sapi'ie (sebelumnya Jalan Senen Raya)
14. Jalan Abdullah Ali (sebelumnya Jalan SMP 76)
15. Jalan M Mashabi (sebelumnya Jalan Kebon Kacang Raya Sisi Utara)
16. Jalan HM Shaleh Ishak (sebelumnya Jalan Kebon Kacang Raya Sisi Selatan)
17. Jalan Tino Sidin (sebelumnya Jalan Cikini VII)
18. Jalan Mualim Teko (sebelumnya Jalan depan Taman Wisata Alam Muara Angke)
19. Jalan Syekh Junaid Al Batawi (sebelumnya Jalan Lingkar Luar Barat)
20. Jalan Guru Ma'mun (sebelumnya Jalan Rawa Buaya)
21. Jalan Kyai Mursalin (sebelumnya Jalan di Pulau Panggang)
22. Jalan Habib Ali Bin Ahmad (sebelumnya Jalan di Pulau Panggang)


Kampung
1. Kampung MH Thamrin (sebelumnya bernama Zona A PBB)
2. Kampung KH. Noer Ali (sebelumnya bernama Zona Pengembangan)
3. Kampung Abdulrahman Saleh (sebelumnya bernama Zona B)
4. Kampung Ismail Marzuki (sebelumnya bernama Zona C)
5. Kampung Zona Embrio (sebelumnya bernama Zona Embrio)

Gedung
1. Gedung Kisam Dji'un (sebelumnya Gedung PPSB Jakarta Timur)
2. Gedung H. Sa'aba Amsir (sebelumnya Gedung PPSB Jakarta Selatan)



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI