Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Khotbah Iduladha, M Nuh: Mari Kita Selalu Bersyukur

Minggu, 10 Juli 2022 | 08:03 WIB
Oleh : Novy Lumanauw / WBP
Mohammad Nuh.

Jakarta, Beritasatu.com– Ketua Badan Wakaf Indonesia Pusat, KH Mohammad Nuh mengajak seluruh elemen bangsa untuk selalu bersyukur kepada Allah SWT dalam situasi apapun. Hal itu disampaikan Nuh dalam khotbah Iduladha 1443 Hijriah di Masjid Istiqlal, Jakarta, Minggu (11/7/2022).

Nuh dalam khotbah Iduladha bertema "Semangat Gotong Royong Perkuat Sendi Kebhinekaan" mengungkapkan bahwa bersyukur itu bukan hanya pemberian nikmat yang diterima bangsa Indonesia, tetapi juga atas dihindarkan dari musibah. Hal itu pun juga harus disyukuri. “Kita sendiri tidak tahu, musibah apa yang sebenarnya akan terjadi dan betapa banyak musibah itu yang dihilangkan, dihindarkan oleh Allah SWT,” katanya.

Hadir pada kesempatan itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi), Ibu Iriana Joko Widodo, Imam Besar Masjid Istiqlal Prof Dr KH Nasaruddin Umar, jajaran menteri Kabinet Indonesia Maju, pimpinan lembaga negara, perwakilan negara-negara sahabat, masyarakat, dan perwakilan organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam.

Nuh mengajak semua pihak bersyukur kehadirat Allah SWT. "Salah satu ciri dari nikmat Allah itu sifatnya terus-menerus, continuous. Sesekali saja mengalami diskontinuitas atau terputus. Terputus itu untuk mengingatkan kepada kita semua bahwa selama ini kita sudah menerima nikmat itu,” katanya.

Ia mencontohkan tentang berapa lama seseorang menderita sakit sariawan. Disebutkan, bisa saja hanya 2 hari, tetapi dengan 2 hari itu hidup menjadi sangat terganggu dan berapa lama akan terbebas dari sariawan sehingga kalau dibandingkan tidak ada apa-apanya.

“Dalam teori limit itulah namanya infinite, menjadi tak berhingga. Oleh karena itu, tidak ada alasan untuk kita tidak bersyukur. Memang nikmat itu dirasakan betapa besar nilainya pada saat nikmat itu tercabut dari kita,” katanya.

Nuh mengutip kalimat bijak yang disampaikan Ibnu Atha'illah dalam kitab legendarisnya berjudul “Al Hikam” bahwa orang tidak akan berhenti mengetahui nilai nikmat saat memperolehnya. Ia akan mengetahuinya ketika sudah lepas dari dirinya.

“Mari kita sama-sama belajar untuk bersyukur, belajar bersyukur, dan belajar berterima kasih kepada siapa pun yang pernah berbuat baik kepada kita, kepada bangsa, dan negara. Allahu Akbar ... Allahu Akbar ... Allahu Akbar,” kata Nuh.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Investor Daily


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI