Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Legalisasi Ganja, Kemenkes Akan Keluarkan Izin Penelitian

Kamis, 21 Juli 2022 | 19:47 WIB
Oleh : Vento Saudale / CAR
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin saat memberikan keterangan pers di Gedung SMKN 1 Cibinong, Kamis, 21 Juli 2022.

Bogor, Beritasatu.com - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menerangkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akan mengeluarkan izin penelitian ganja sebagai obat medis. Hal itu dikatakan Menkes Budi saat kunjungan di SMK Negeri 1 Cibinong, Kabupaten Bogor, Kamis, (21/7/2022). Ia menilai segala sesuatu berbau medis dan pengobatan harus dilakukan penelitian secara ilmiah.

“Karena di kesehatan semuanya berbasis bukti, berbasis ilmiah. Banyak juga narkotika yang dipakai untuk medis,” tuturnya.

Ia pun merujuk narkotika morfin, narkotika golongan tiga yang berkhasiat pengobatan dan banyak digunakan dalam terapi dan atau tujuan pengembangan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi ringan mengakibatkan ketergantungan.

“Morfin itu kan narkotika, tetapi sudah diukur. Diberikannya untuk orang ini, diberikan (dosis) segini, untuk penyakit apa saja,” katanya.

Sebagaimana halnya dengan ganja, menurut Budi, pemerintah juga akan melakukan hal yang sama, yakni melakukan penelitian. Tujuannya dalam rangka mengetahui kegunaan mulai dari orang yang bisa mendapatkan, termasuk dosis tertentu untuk digunakan.

“Ganja ini harus diteliti, sehingga ada bukti apakah dia bisa dipakai untuk alasan medis atau tidak. Dipakai ke siapa, dosisnya berapa banyak dan lain sebagainya,” kata Budi.

Kemenkes akan mengeluarkan aturan untuk melakukan uji ganja sebagai obat medis. “Kita mau keluarkan adalah izin penelitiannya, bukan izin untuk pemakaiannya. Dari hasil penelitian nanti baru ada hasilnya,” ujarnya.

Beberapa pekan lalu, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) bidang Ekonomi Syariah dan Halal Sholahudin Al Aiyubi menyampaikan MUI siap memberikan pandangan keagamaan soal ganja medis.

“Hukum itu ditetapkan untuk ke hukumannya, sedangkan di luar itu nanti ada pengecualian-pengecualian. Untuk saat ini yang berlaku adalah undang-undang terkait narkotika, kita masih membutuhkan itu,” katanya.

Sebelumnya ramai dibicarakan seorang ibu bernama Santi Warastuti asal Sleman, Yogyakarta, beserta anaknya Pika yang mengidap cerebral palsy atau gangguan yang mempengaruhi kemampuan koordinasi tubuh seseorang.

Santi melakukan aksi damai di kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta pada car free day (CFD), Minggu (26/6). Dia berjalan dengan memegang papan putih dengan tulisan besar “Tolong Anakku Butuh Ganja Medis”.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI