Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Polisi: Autopsi Ulang Jenazah Brigadir J Dilakukan Secepatnya

Jumat, 22 Juli 2022 | 21:23 WIB
Oleh : Stefani Wijaya / YUD
Irjen Dedi Prasetyo

Jakarta, Beritasatu.com - Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo mengungkapkan bahwa autopsi ulang terhadap jenazah Nopryansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J akan dilakukan secepatnya.

Sebelumnya, Brigadir J tewas setelah aksi baku tembak dengan Bharada E di rumah Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo di Jakarta Selatan pada Jumat (8/7/2022).

"Ya secepatnya secepatnya (untuk ekshumasi) dilakukan oleh penyidik karena penyidik tidak mau mengambil risiko," kata Dedi kepada wartawan di Mabes Polri, Jumat (22/7/2022).

Menurut Dedi, ekshumasi tersebut dilakukan secepatnya maka akan semakin baik. Sebab, apabila ditunda-tunda maka tingkat pembusukan jenazah semakin lebih rusak yang akan menyebabkan autopsi ulang atau ekshumasi semakin sulit.

"Sebenarnya dari komunikasi Ketua Tim Sidik Direktorat Tindak Pidana Umum dengan pihak pengacara kalau bisa secepatnya. Semakin cepat maka proses ekshumasi ini juga semakin baik karena kita kalau misalnya jenazahnya sudah lama, maka tingkat pembusukan semakin lebih rusak. Kalau semakin rusak maka autopsi ulang atau ekshumasi semakin sulit," ucapnya.

Diketahui, Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan, Polri menyetujui permintaan autopsi ulang atau ekshumasi dari keluarga Brigadir Pol Nopryansah Yosua Hutabarat atau Brigadir J.

“Dari hasil komunikasi tadi, pihak pengacara meminta untuk melaksanakan autopsi ulang atau ekshumasi itu dipenuhi,” kata Dedi di Mabes Polri, Rabu (20/7/2022) malam.

Permintaan untuk autopsi itu disampaikan kuasa hukum keluarga Brigadir J dalam gelar awal yang dilakukan Direktorat Tindak Pidana Umum (Dittipidum) Bareskrim Polri, Rabu (20/7/2022) petang yang dihadiri penyidik dan Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas).

Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri Brigjen Pol Andi Rian Djajadi mengatakan, ekshumasi harus secepatnya dilakukan guna mengantisipasi proses pembusukan mayat. Namun, belum ditentukan kapan jadwal ekshumasi dilaksanakan.

Dalam proses ekshumasi tersebut penyidik segera berkoordinasi dengan kedokteran forensik termasuk melibatkan unsur-unsur di luar kedokteran forensik serta persatuan kedokteran forensik.

“Termasuk Kompolnas dan Komnas HAM akan kami komunikasikan untuk menjamin bahwa proses ekshumasi nantinya bisa berjalan lancar dan hasilnya valid,” kata Andi.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI