Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Rencana Pelabelan BPA Dinilai Berpotensi Cemari Lingkungan

Senin, 25 Juli 2022 | 13:02 WIB
Oleh : Feriawan Hidayat / FER
Ilustrasi kemasan galon air sekali pakai.

Jakarta, Beritasatu.com - Wacana pelabelan BPA (Bisfenol A) pada kemasan galon guna ulang dikhawatirkan menimbulkan potensi masalah baru. Apalagi, dalam aturan itu disebut-sebut akan mewajibkan pelabelan BPA pada AMDK galon guna ulang berbahan polikarbonat (PC).

Anggota Komisi IV DPR Ono Surono mengingatkan pemerintah, khususnya Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), tidak membuat kebijakan yang justru kontraproduktif dengan komitmen dalam menjaga lingkungan.

“Selama itu menimbulkan sampah plastik yang lebih banyak, maka pasti ini merupakan kebijakan yang tidak baik," kata Ono dalam keterangan tertulis, Senin (24/7/2022).

Menurut Ono, rencana pelabelan risiko mengandung BPA pada galon guna ulang berbahan polikarbonat bertentangan dengan kebijakan atau program pemerintah. Dimana sejak awal pemerintah menyampaikan komitmennya untuk mengurangi dampak sampah plastik dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap lingkungan.

"Itu sangat bertentangan dengan kebijakan atau program pemerintah untuk mengurangi pemakaian plastik, karena berpotensi merusak lingkungan," jelasnya.

Dia mengungkapkan, sampah plastik termasuk galon sekali pakai, merupakan sampah yang bahannya sangat sulit terurai. Apalagi jika penanganannya tidak maksimal. Hal ini, kata Ono, sudah dipastikan bakal menimbulkan permasalahan pencemaran lingkungan.

Ono menambahkan, di saat banyak negara sedang bermasalah dengan pangan dan energi, seyogyanya industri juga menerapkan prinsip 3R yang efektif efisien. 3R dimaksud adalah reuse, reduce, dan recycle, sehingga ada komitmen kuat dalam menjaga kelestarian lingkungan sekitar.

"Pemerintah harus konsisten terhadap program yang sudah sangat baik dengan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Janganlah membuat kebijakan yang saling bertentangan," tandasnya.

Menurut Juru Kampanye Urban Greenpeace Indonesia, Muharram Atha Rasyadi, penggunaan plastik sekali pakai apalagi galon sekali pakai menjadi masalah baru bagi lingkungan dan kesehatan.

"Produsen harusnya segera beralih ke produk guna ulang serta membuka peta jalan pengurangan sampah mereka ke publik. Kami sendiri akan terus mengkampanyekan pemakaian produk guna ulang ini melalui sosial media,” ujarnya.

Sebelumnya, mantan Ketua Komisi IX DPR Ribka Tjiptaning Proletariyati juga mengkritisi rencana BPOM untuk menerapkan label BPA atau Bisfenol A pada pada galon isi ulang.

Ia meminta BPOM tidak tergesa-gesa memberlakukan regulasi baru soal labelisasi bahaya BPA pada galon guna ulang.

"BPOM tidak boleh memihak pada satu perusahaan apa pun, harus objektif kalau untuk kesehatan masyarakat," kata Ribka.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI