Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Napoleon Ungkap Motif Lumuri M Kace dengan Kotoran Manusia

Kamis, 28 Juli 2022 | 16:45 WIB
Oleh : Roy Adriansyah / FFS
Muhammad Kace-Napoleon Bonaparte.

Jakarta, Beritasatu.com - Irjen Napoleon Bonaparte mengungkap motif melumuri youtuber M Kace atau M Kece dengan kotoran manusia di Rutan Bareskrim Polri pada 26 Agustus 2021 lalu. Jenderal bintang dua itu mengaku hendak memberikan pelajaran terhadap pelaku penistaan agama.

Dalam sidang lanjutan kasus dugaan penganiayaan terhadap M Kace hari ini, Kamis (28/7/2022), Napoleon memberikan keterangannya sebagai terdakwa. Kepada jaksa penuntut umum (JPU), Napoleon menyebut tindakannya melumuri M Kace dengan kotoran manusia dilakukan agar youtuber yang memiliki nama asli Mohamad Kosman itu merasakan bentuk penistaan.

Saat kejadian yang berlangsung di kamar sel nomor 11, Napoleon yang merupakan mantan Kadiv Hubiter Polri itu mula-mula meminta tahanan lain untuk mengambil plastik putih. Diketahui, plastik itu berisi kotoran manusia.

"Tolong tahanan lain, satu ambilkan itu plastik putih di kamar saya bawa sini," ucap Napoleon di ruang utama Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

"Saudara tidak menyebutkan apa plastik putih itu pada yang dipanggil? tanya JPU.

JPU kemudian memutar rekaman CCTV di ruang persidangan. Dalam video itu terlihat sosok terdakwa lain, yakni Djafar Hamzah membawa bungkusan plastik putih.

"Itu terlihat bawa bungkusan warna putih, Djafar langsung membawa itu atau berulang kali masuk ke dalam kamar sudah menemukan bungkusan yang dimaksud? tanya JPU.

"Dua kali," jawab Napoleon.

Usai Djafar masuk ke kamar sel nomor 11, beber Napoleon, bungkusan plastik putih itu kemudian ditaruh di bawah. Tanpa basa-basi, Napoleon meraih plastik itu dan langsung berdiri.

"Begitu terima tak banyak omong, saya ambil tangan kanan dulu baru saya pindah ke tangan kiri saya berdiri, kan Kace masih duduk di situ," ucap Napoleon.

Napoleon kemudian memegang kepala M Kace dan memintanya untuk menutup mata dan mulut. Kepada M Kace, Napoleon bermaksud memberikan pelajaran dengan sekantong plastik kotoran manusia.

"Dia masih duduk bersila, saya pegang kepalanya, baru saya, 'tutup matamu tutup mulutmu', karena saya bermaksud memberi pelajaran kepada orang ini, orang ini menista umat, dia harus saya beri tahu pelajaran rasanya kalau dinista tuh seperti apa," jelas perwira Polri aktif tersebut.

"Maka saya nista dengan kotoran ini pak, mukanya ini, dipeperin, 'biar kau tahu rasanya dinista'. Bukan maksud saya untuk mencelakakan fisiknya, buktinya saya bilang tutup matamu supaya enggak kelilipan matanya. Tutup mulutmu supaya tidak masuk barang itu ke dalam mulutnya, karena itu berbahaya buat kesehatannya," tegas sang jenderal bintang dua itu.

Setelah peristiwa itu, Napoleon kemudian berlalu tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Dia mengaku tak sanggup bekata-kata saking kesalnya terhadap M Kace.

"Karena saya sudah tidak sanggup berkata-kata, saking marahnya saya. Kalau saya masih ngomong itu belum marah, kalau saya sudah dia itu sudah enggak tahan, saya peperi," papar Napoleon.

Napoleon juga bergegas ke kamar mandi. Dia bersihkan kotoran manusia yang ada di tangannya sebanyak tujuh kali disertai satu kali tayamum.

Dalam surat dakwaannya, jaksa menyebut Irjen Napoleon Bonaparte melanggar Pasal 170 ayat (2) ke-1 KUHP, kemudian dakwaan subsider-nya, Pasal 170 ayat (1), atau Pasal 351 ayat (1) juncto Pasal 55 ayat (1) KUHP dan Pasal 351 ayat (1) KUHP.

Irjen Napoleon bersama tahanan lainnya, yaitu Dedy Wahyudi, Djafar Hamzah, Himawan Prasetyo, dan Harmeniko alias Choky alias Pak RT disebut melakukan penganiayaan terhadap M Kace di dalam sel Rumah Tahanan Bareskrim Polri pada 26 Agustus 2021 dini hari.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI