Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Melonjak, Kasus Covid Harian di Jepang Capai 233.100 Kasus

Jumat, 29 Juli 2022 | 14:05 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR
Sejumlah pejalan kaki melintas di distrik Ginza, Jepang pada 26 Juni 2022 saat wabah Covid-19 masih merebak. 

Tokyo, Beritasatu.com- Kasus Covid-19 harian di Jepang mencapai 233.100 kasus pada Kamis (28/7/2022). Seperti dilaporkan Xinhua, laporan ini menandai rekor baru untuk hari kedua berturut-turut, karena subvarian BA.5 Omicron yang sangat menular terus merajalela.

Tokyo saja mengonfirmasi rekor 40.406 infeksi baru, melampaui angka 40.000 untuk pertama kalinya, dengan jumlah kasus melonjak 8.500 dari seminggu sebelumnya. Para pejabat mengatakan sistem kesehatan menjadi kewalahan.

Jumlah kasus telah melampaui jumlah minggu sebelumnya selama sembilan hari berturut-turut, angka resmi menunjukkan.

Karena pandemi di sini tidak menunjukkan tanda-tanda memudar, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa Jepang melaporkan jumlah kasus baru tertinggi di dunia dalam seminggu hingga Minggu, dengan lebih dari 969.000 infeksi.

Penghitungan nasional terbaru dari info harian baru Angka ini dibandingkan dengan rekor sebelumnya sekitar 201.000 kasus Covid-19 yang dicapai minggu lalu ketika pemerintah bergulat untuk menangani gelombang infeksi ketujuh negara itu.

Menurut angka pemerintah daerah dan kementerian kesehatan, lebih dari setengah dari 47 prefektur Jepang melaporkan jumlah infeksi Covid-19 harian baru pada hari Rabu, karena sistem kesehatan negara itu merasakan ketegangan.

Lonjakan kasus yang cepat melumpuhkan layanan transportasi darurat di ibu kota, kata penyiar publik Jepang NHK, ketika Tokyo pada Rabu mencatat 29.036 kasus harian baru, yang menandai peningkatan hampir 40 persen dari seminggu sebelumnya.

Menurut laporan NHK, para pejabat mengatakan kru darurat berjuang untuk menemukan tempat tidur rumah sakit gratis dan dalam seminggu terakhir, butuh lebih dari lima jam untuk menemukan tempat tidur untuk lebih dari 80 pasien. Ini terjadi ketika mereka mencoba untuk menanggapi peningkatan jumlah pasien sengatan panas.

"Infeksi baru terus meningkat dengan kecepatan tinggi ke level tertinggi yang pernah ada di seluruh Jepang," kata Menteri Kesehatan, Tenaga Kerja dan Kesejahteraan Shigeyuki Goto dalam pertemuan panel ahli kementerian.

Namun pemerintah telah mempertahankan pendiriannya bahwa putaran lain pembatasan darurat tidak diperlukan.

Perdana Menteri Fumio Kishida mengatakan bahwa sumber daya pemerintah difokuskan untuk memperkuat sistem medis dan memperluas kelayakan vaksin keempat, sambil menjaga kegiatan sosial dan ekonomi tetap berjalan.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI