Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Menkes Dukung Unair Kembangkan Teknologi Stem Cell

Jumat, 29 Juli 2022 | 17:55 WIB
Oleh : Carlos KY Paath / CAR
Pengembangan stem cell atau sel punca.

Jakarta, Beritasatu.com – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) merespons positif adanya upaya pengembangan teknologi stem cell atau sel punca. Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyebut pengembangan teknologi sel punca sejalan dengan transformasi kesehatan yang dicanangkan Kemenkes antara lain teknologi kesehatan.

“Adanya teknologi baru akan selalu kami respons dengan penuh keterbukaan. Jika nanti memang riset sudah sesuai dengan prosedur dan etik yang yang ada serta hasil health assessment juga dikatakan layak, maka adopsi teknologi sel punca sebagai layanan kesehatan Indonesia bisa segera diwujudkan,” kata Budi, Jumat (29/7/2022).

Budi menyampaikan itu saat membuka webinar dan workshop stem cell batch ke-17 yang dilaksanakan Pusat Penelitian dan Pengembangan Stem Cell Universitas Airlangga (Unair). Stem cell merupakan teknologi pengobatan mutakhir yang aplikasi dan risetnya masih minim di Indonesia.

Webinar yang mengangkat topik “Multidicipline Approach of Stem Cell Therapy” juga diikuti Ketua Komite Sel Punca Kemenkes Amin Soebandrio.

Rektor Unair Mohammad Nasih berharap ada lebih banyak kolaborasi antara banyak pihak dan disiplin ilmu dalam upaya pengembangan sel punca. Menurutnya, di samping banyaknya manfaat medis yang bisa diberikan oleh pengembangan teknologi sel punca, muncul juga risiko terkait dengan keamanan, efikasi, dan etik.

“Setidaknya kita bisa mengurangi tingkat risiko menjadi sebanding dengan manfaat yang diberikan apabila sel punca ini nantinya dapat menjadi layanan kesehatan di Indonesia,” kata Nasih.

Ketua panitia Purwati menyatakan kegiatan tersebut merupakan kerja sama Kemenkes, Komite Nasional Sel Punca Indonesia, AWMI dan IDI. Purwati menyatakan kegiatan bertujuan untuk mendukung penyelenggaraan stem cell di Indonesia supaya tidak terjadi capital flight.

“Selain itu, tujuan dari workshop ini juga adalah untuk mendidik sumber daya manusia di bidang teknologi seluler dan molekuler untuk dapat mengembangkan dan mengaplikasikan di institusinya ataupun di laboratorium, sehingga dapat mengembangkan riset translasional untuk percepatan aplikasi di klinik mapun di rumah sakit,” ujarnya.

Workshop ini kami bagi menjadi dua gelombang, karena minat peserta yang tinggi. Totalnya untuk webinar dan workshop ada 292 peserta yang datang dari berbagai wilayah di Indonesia. Kami harapkan, workshop ini bisa membawa manfaat semaksimal mungki bagi pengembangan teknologi sel punca di Indonesia,” kata ketua Stem Cell Research and Development Center Unair tersebut.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI