Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Tersangka Korupsi Dana Bencana di Bogor, Masih Aktif Menjabat

Jumat, 29 Juli 2022 | 20:08 WIB
Oleh : Vento Saudale / JAS
Plt Bupati Bogor Iwan Setiawan dalam kegiatan Rembuk Stunting di Ruang Serbaguna I Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Bogor, Selasa 21 Juni 2022.

Bogor, Beritasatu.com - Tersangka korupsi dana bantuan kebencanaan (korupsi dana bencana) senilai Rp 1,7 miliar, Sumardi, tetap aktif menjabat di Pemerintah Kabupaten Bogor, sebagai sekretaris Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin).

"Kita mengedepankan asas praduga tak bersalah. Saya sudah diskusi dengan Inspektorat dan BKPSDM (Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia) tadi pagi menyikapi ini," ungkap Plt Bupati Bogor, Iwan Setiawan, Jumat (29/7/2022).

Pemkab Bogor, ujar Iwan, tidak bisa menonaktifkan Sumardi dari jabatannya, karena Kejaksaan Negeri (Kejari) setempat tidak melakukan penahanan meski sudah menetapkan status tersangka kasus korupsi dana bencana.

"Jadi ini tetap berjalan (aktif menjabat) kegiatan kedinasan dia sebagai Sekdis di Disdagin, jadi tidak bisa kita me-nonjob-kan, tidak bisa memberhentikan sementara, kecuali ditahan. Ini kan belum ditahan," terangnya.

Iwan pun menyayangkan atas kerugian negara senilai Rp 1,7 miliar dari dugaan penyelewengan dana bantuan kedaruratan yang bersumber dari Belanja Tak Terduga (BTT) tahun anggaran 2017 itu.

"Jangan main-main dengan BTT. Karena BTT itu diperuntukkan bagi orang yang kena musibah, orang miskin, orang yang kena bencana, masa kita mengambil keuntungan dari orang yang terkena musibah. Pasti hukum karma," kata Iwan.

Sementara, Kasie Intel Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor, Juanda menyebutkan bahwa pihaknya tidak melakukan penangkapan dalam kasus korupsi dana bencana ini karena akan melayangkan panggilan terlebih dahulu terhadap tersangka.

"Yang bersangkutan akan kita periksa sebagai tersangka. Nanti penyidik akan melakukan panggilan kepada yang bersangkutan. Selanjutnya kita akan lakukan langkah-langkah dalam rangka penyempurnaan berkas perkara," terang Juanda.

Sebelumnya, Kejari Kabupaten Bogor menetapkan Sumardi bersama satu orang lainnya berinisial SS yang merupakan pegawai kontrak di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) pada tahun 2011-2018 sebagai tersangka pada Kamis, 28 Juli 2022.

Sumardi yang merupakan mantan Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (Ratik) BPBD bersama SS dianggap melakukan penyelewengan dana senilai Rp 1,7 miliar untuk bantuan kebencanaan yang bersumber dari BTT tahun anggaran 2017.

Dana bantuan senilai Rp 1,7 miliar tersebut seharusnya didistribusikan oleh BDBD Kabupaten Bogor kepada masyarakat di tiga kecamatan, yaitu Cisarua, Tenjolaya, dan Jasinga. Namun hasil dari pemeriksaan Kejari terhadap saksi-saksi, bantuan tersebut tidak terdistribusikan.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI