Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Dikecam Yahudi, Arloji Adolf Hitler Tetap Laku Dilelang

Minggu, 31 Juli 2022 | 13:46 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR
Arloji milik pemimpin Nazi, Adolf Hitler dengan swastika dan inisial AH.

Maryland, Beritasatu.com- Arloji milik Adolf Hitler tetap laku dilelang meskipun dikecam kelompok-kelompok Yahudi. Seperti dilaporkan RT, Sabtu (30/7/2022), benda bersejarah pemimpin Nazi itu menghasilkan tawaran pemenang dengan harga sebesar US$ 1,1 juta (Rp 16,2 miliar).

Sejumlah artefak Nazi yang ditawarkan oleh juru lelang Amerika Serikat (AS) yang bertentangan dengan kelompok-kelompok Yahudi. Mereka menyerukan agar penjualan dibatalkan. Namun lelang justru menghasilkan jutaan dolar dalam memenangkan tender, termasuk US$1,1 juta untuk jam tangan berukir swastika Adolf Hitler.

Arloji Huber emas yang menampilkan elang Nazi dan inisial 'AH' terjual seharga US$ 1,1 juta pada lelang dua hari yang berakhir pada hari Jumat.

Lelang Sejarah Alexander yang berbasis di Chesapeake City, Maryland juga melaporkan tawaran yang menang seperti US$290.000 (Rp 4,2 miliar) untuk set meja seremonial Hitler. Meja tersebut digunakan dalam penandatanganan Perjanjian Munich yang menentukan pada September 1938, dan US$27.500 (Rp 407 juta) untuk cincin emas yang diberikan Hermann Goering kepada jagoan terbang Jerman Hans -Joachim Marseille.

Pelelangan tetap berjalan meskipun ada tentangan dari para pemimpin Yahudi, 34 pemimpin di antaranya dilaporkan menandatangani surat terbuka yang mendesak Alexander Historical Au tindakan untuk tidak menjual arloji Hitler, yang mereka sebut "menjijikkan."

Namun, Mindy Greenstein, wakil presiden senior di rumah lelang, dilaporkan mengatakan kepada media Jerman bahwa penjualan itu dimaksudkan untuk melestarikan sejarah.

“Jika Anda menghancurkan sejarah, tidak ada bukti bahwa itu terjadi. Baik atau buruk sejarah itu harus dilestarikan,” katanya.

Kritikus tidak yakin. Penulis Aviva Klompas, mantan kepala penulis pidato di misi Israel untuk PBB, menyebut lelang itu "sangat menjijikkan." “Mari kita perjelas: Menjual perlengkapan Nazi memuliakan pembunuhan genosida,” tambahnya.

Sebelum penjualan dua hari, Rabbi Menachem Margolin, ketua Asosiasi Yahudi Eropa, mengatakan lelang itu akan memberikan “bantuan bagi mereka yang mengidealkan apa yang diperjuangkan oleh partai Nazi.”

Margolin juga mengklaim bahwa penjualan akan memungkinkan pembeli untuk "menggoda tamu atau orang yang dicintai dengan barang milik seorang pembunuh genosida dan pendukungnya."

Beberapa barang lain yang ditampilkan dalam penjualan termasuk lukisan cat air karya Hitler, yang terjual US$27.500 (Rp 407 juta), album foto kamp konsentrasi, yang dijual seharga US$3.000 (Rp 44 juta), dan gaun biru yang dikenakan oleh rekan Hitler, Eva Braun, yang menarik tawaran yang menang sebesar US$2.500 (Rp 37 juta)

Jam tangan itu dijual jauh di bawah kisaran perkiraan pra-lelangnya sebesar US$2-4 juta. Namun, beberapa item memerintahkan harga yang jauh lebih tinggi dari yang diharapkan. Misalnya, patung elang emas yang tergantung di atas pintu masuk kamar Hitler di Reich Chancellery dijual seharga US$200.000 (Rp 2,9 miliar), melebihi perkiraan pra-lelang US$15.000-20.000. Kerah anjing untuk terrier Skotlandia Braun, dihiasi dengan swastika emas, dijual seharga US$ 4.500 (Rp66 juta), di atas perkiraan US$ 3.000-4.000.

Penjualan tersebut juga menampilkan barang-barang non-Nazi, termasuk secarik dokumen yang ditandatangani oleh pemimpin Soviet Joseph Stalin, yang dijual seharga US$3.750 (Rp 55juta), sepucuk surat resmi yang ditandatangani oleh Mao Zedong dari Tiongkok, yang mendapatkan tawaran pemenang sebesar US$16.000 (Rp 2377 juta). Salib tentara Konfederasi yang dikenakan selama Perang Saudara Amerika berharga US$ 4.250, jauh di atas perkiraan juru lelang sebesar US$300-400.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI