Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Polres Bogor Tangkap Komplotan Pemalsu Sertifikat PTSL

Senin, 1 Agustus 2022 | 20:25 WIB
Oleh : Vento Saudale / CAR
Enam pelaku dalam kasus pemalsuan sertifikat PTSL di Mapolres Bogor, Senin, 1 Agustus 2022.

Bogor, Beritasatu.com - Polres Bogor menangkap komplotan pemalsu sertifikat program Pendaftaran Tanah Sistematis Lanjutan (PTSL). Dari enam tersangka, salah satunya merupakan aparatur sipil negara (ASN) di kantor Pertanahan Kabupaten Bogor.

Komplotan terdiri dari enam orang, yakni MT alias KM(30), SP alias BK (31), AR (28), AG (23) RGT (25) dan DK (49) yang merupakan ASN. Enam orang itu dalam status tersangka dan sudah ditahan.

Kapolres Bogor AKBP Iman Imanuddin menuturkan penangkapan para tersangka ini berdasarkan laporan masyarakat. Hal tersebut disampaikan Iman saat memberikan keterangan di Mapolres Bogor, didampingi Kasat Reskrim AKP Siswo DC Tarigan, Senin (1/8/2022).

Kasus ini terungkap setelah adanya laporan masyarakat terkait sertifikat hak milik (SHM) Nomor 7988 atas nama MR yang terletak di Sukahati, Cibinong, diduga bermasalah. Pasalnya, di lokasi bidang tanah tersebut sebelumnya telah ada sertifikat lain di atasnya.

Rupanya, MR telah tertipu akal bulus para tersangka yang menawarkan jasa pembuatan sertifikat dengan mengakali dokumen sisa dari kegiatan program PTSL tahun 2017/2018. Modus para komplotan, yaitu merekayasa atau mengubah isi sertifikat program PTSL tahun 2017/2018 dengan menghapus data. Pelaku mengganti data dengan mencetak ulang isi sertifikat dengan memasukan ke dalam akun Komputerisasi Kegiatan Pertanahan (KKP).

Setelah itu, tersangka AG mempersiapkan pencetakan sertifikat, dengan menggunakan perlengkapan laptop untuk masuk ke sistem KKP pada aplikasi online Badan Pertanahan Nasional (BPN) dengan menggunakan akun tersangka DK, selaku ketua panitia ajudikasi PTSL.

Setelah masuk ke dalam sistem KKP, tersangka AG bersama rekannya, tersangka RGT mengubah data dalam sistem tersebut dan mengganti data baru berdasarkan pesanan tersangka AR.

“Sertifikat itu asli. Sertifikat yang palsu itu data dalam sertifikat. Jadi, nama pemilik dan tanda tangan pejabat desa itu palsu. Pemohon ajukan di tahun 2022, tetapi sertifikat terbit tertera tahun 2017. Ini kejahatan,” kata Iman.

Sebanyak 24 sertifikat telah berhasil dipalsukan para tersangka. Warga pemohon yang kesulitan, lalu mencoba memakai jasa calo dan ternyata berhasil dengan kompensasi harus membayar Rp 25 juta hingga Rp 70 juta.

“Pemohon bayar didepan Rp10 juta. Setelah sertifikat jadi, mafia ini meminta sisanya. Saat penyerahan sisa ini, tim melakukan penangkapan,” ujarnya.

Terhadap enam orang tersangka ini dikenakan Pasal 372, 378 dan 263 serta Pasal 55 juncto 56 KUHP dengan ancaman 6 tahun penjara.

Sementara, Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Bogor, Yan Septedyas menyerahkan sepenuhnya kasus ini kepada Satreskrim Polres Bogor. “Ini adalah salah satu concern kami dalam menyelesaikan permasalahan-permasalahan tanah dan kami akan bertekad melaksanakan kegiatan bersih-bersih siapa pun yang bermain,” tegasnya.

Dyas sapaannya juga menegaskan akan melakukan pengamanan dan pengawasan di internal.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI