Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Presiden Filipina Tidak Berniat Gabung Lagi dengan ICC

Selasa, 2 Agustus 2022 | 09:32 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR
Ferdinand Marcos Jr

Manila, Beritasatu.com- Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr mengatakan tidak berniat untuk bergabung kembali dengan Mahkammah Kriminal Internasional (ICC). Seperti dilaporkan AFP, Senin (1/8/2022), jaksa ICC berusaha untuk melanjutkan penyelidikan atas perang narkoba mematikan yang dilakukan mantan presiden Rodrigo Duterte.

“Filipina tidak berniat bergabung kembali dengan ICC,” kata Marcos Jr kepada wartawan.

Duterte, yang meninggalkan kantor presiden pada 30 Juni, menarik Filipina keluar dari ICC pada 2019. Tindakan itu dilakukan Duterte setelah ICC meluncurkan penyelidikan awal terhadap pemberantasan narkoba, yang menewaskan ribuan orang.

Hakim ICC mengizinkan penyelidikan penuh terhadap kampanye anti-narkotika September lalu, dengan mengatakan itu menyerupai serangan tidak sah dan sistematis terhadap warga sipil.

ICC menangguhkan penyelidikan dua bulan kemudian, setelah Manila mengatakan sedang menyelidiki dugaan kejahatan itu sendiri.

Tetapi jaksa ICC Karim Khan mengatakan pada bulan Juni bahwa permintaan Manila untuk menunda penyelidikan tidak dapat dibenarkan dan harus dimulai kembali “secepat mungkin.”

Marcos Jr, yang mendukung perang narkoba Duterte, sebelumnya telah mengindikasikan bahwa dia tidak akan bekerja sama dengan ICC. Pada Senin, dia melangkah lebih jauh.

Marcos Jr terpilih sebagai presiden dengan telak pada bulan Mei dengan bantuan aliansi dengan putri Duterte, Sara, yang memenangkan pemilihan wakil presiden.

Selama masa kepresidenan, Duterte menolak untuk bekerja sama dengan pengadilan, mengklaim bahwa pengadilan itu tidak memiliki yurisdiksi—sebuah pernyataan yang ditolak oleh Mahkamah Agung Filipina.

Di bawah tekanan dari Dewan Hak Asasi Manusia PBB dan ICC, pemerintah telah memeriksa beberapa ratus kasus operasi narkoba yang menyebabkan kematian.

Tuduhan telah diajukan dalam beberapa kasus. Hanya tiga polisi telah dihukum karena membunuh seorang tersangka narkoba.

ICC telah mengundang Filipina "untuk menawarkan pengamatan" atas permintaan Khan untuk melanjutkan penyelidikan, kata kantor komunikasi kepresidenan. Manila memiliki waktu hingga 8 September untuk menanggapi.

Pada Senin, Marcos Jr mengatakan pertemuan baru-baru ini dengan tim hukumnya, yang mencakup mantan juru bicara Duterte Harry Roque, adalah untuk membahas apakah pemerintah akan menanggapi.

"Apa yang kami katakan adalah kami memiliki penyelidikan di sini dan ini sedang berlangsung, jadi mengapa kami harus memilikinya? Mungkin juga kami tidak akan repot (menanggapi) sama sekali karena kami tidak di bawah mereka," kata Marcos Jr di sela-sela acara untuk mempromosikan suntikan booster vaksin Covid-19.

Bahkan jika ICC mengumpulkan cukup bukti untuk mengajukan kasus terhadap Duterte, aturannya mencegah dia diadili secara in absentia.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI