Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Ini Strategi yang Dilakukan IDI Cegah Penyakit Cacar Monyet

Jumat, 5 Agustus 2022 | 19:10 WIB
Oleh : Maria Fatima Bona / YUD
Dosis vaksin Imvanex yang digunakan untuk melindungi dari virus cacar monyet terlihat di GGD Haaglanden di Den Haag, Belanda pada Senin 1 Agustus 2022.  Vaksinasi kelompok risiko tertentu terhadap virus telah dimulai di sejumlah wilayah di Belanda. 

Jakarta, Beritasatu.com - Guna mencegah penyebaran cacar monyet di Indonesia, IDI telah mengeluarkan rekomendasi yang ditujukan kepada pemerintah, tenaga kesehatan (nakes) dan masyarakat. Hal itu diutarakan oleh Ketua Satgas Monkeypox Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) dr Hanny Nilasari.

“Kami melalui organisasi profesi mengajak segera melaporkan ke Dinas Kesehatan apabila terdapat atau menemukan kasus-kasus yang terduga. Jadi kasus tidak terkonfirmasi, tetapi hanya terduga saja, kita minta teman sejawat di daerah dan Jakarta melaporkan ke Dinas Kesehatan,” ujar Hanny pada acara konferensi pers daring terkait “ Monkeypox atau Cacar monyet” pada Jumat, (5/8/2022).

Hanny juga menuturkan, IDI berkolaborasi dengan enam organisasi profesi kesehatan lainnya untuk meningkatkan kemampuan dan pengetahuan seluruh dokter-dokter dan nakes lainnya di seluruh Indonesia untuk peningkatan kewaspadaan terhadap gejala klinis cacar monyet.

Selain itu, IDI juga melakukan publikasi edukasi untuk meningkatkan kesadaran semua pihak. Hanny juga menuturkan IDI mendukung dilakukan kontak tracingatau pelacakan apabila ada kasus yang diduga suspek cacar monyet.

“Ini untuk menurunkan risiko penyebaran infeksi,” ujarnya.

Selanjutnya, Hanny juga menuturkan, seluruh nakes untuk menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap ketika menangani pasien yang terinfeksi cacar monyet.

“IDI di beberapa wilayah juga sudah melakukan edukasi kepada PMI dan juga puskesmas-puskesmas terkait dengan saat ini banyak jemaah haji yang baru pulang,” ucapnya.

Hanny menuturkan, edukasi bagi Palang Merah Indonesia (PMI), yakni sebelum melakukan tindakan pengambilan darah untuk donor, harus melakukan pemeriksaan terlebih dahulu terkait kelainan kulit atau kelainan sistemik seperti demam dan lainnya, sehingga temuan kasus lebih cepat ditangani.

Agar masyarakat tidak panik dengan temuan suspek cacar monyet, IDI membuat media edukasi seputar cacar monyet untuk meningkatkan kesadaran semua pihak terhadap gejala klinis cacar monyet.

Hingga saat ini belum ada kasus konfirmasi pasien yang terinfeksi cacar monyet atau monkeypox di Indonesia. Hanny menuturkan, hingga saat ini kasus yang terduga atau suspek cacar monyet yang sedang dirawat masih menunggu hasil laboratorium untuk pemeriksaan hasil tes usap polymerase chain reaction (PCR) guna memastikan cacar monyet atau bukan. Sebab, bisa saja itu hanya cacar biasa atau penyakit lain, bukan monkeypox.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI