Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

IDI: Pasien Suspek Cacar Monyet di Jateng Bergejala Ringan

Jumat, 5 Agustus 2022 | 19:19 WIB
Oleh : Maria Fatima Bona / YUD
Ilustrasi penyakit cacar monyet.

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengonfirmasi menemukan satu kasus suspek cacar monyet yakni seorang warga di Jawa Tengah (Jateng). Saat ini, pasien yang diduga terinfeksi virus monkeypox itu sedang menjalani perawatan di salah satu rumah sakit swasta.

Ketua Satgas Monkeypox Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) dr Hanny Nilasari mengatakan terkait dengan pasien suspek cacar monyet di Jateng, IDI sedangkan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Jateng. Namun, ia memastikan kondisi pasien suspek tersebut bergejala ringan.

“Terkait dengan pasien, kami tidak bisa memberi informasi sedetailnya. Tetapi yang pasti pasien dalam kondisi terpantau dan kondisi tidak terlalu berat dan karena ada lesi di kulit dan kelainan di area tenggorokan sehingga pemeriksaan PCR lakukan di tenggorok dan dari kelainan kulitnya,” ujarnya pada acara konferensi pers daring terkait “ Monkeypox atau Cacar monyet” pada Jumat, (5/8/2022).

“Hasilnya belum ada dan kita masih menunggu, apakah nanti hasilnya terkonfirmasi atau tidak,” sambungnya.

Hanny menuturkan kelainan kulit yang bisa ditemukan pada pasien-pasien suspek cacar monyet adalah bintik-bintik di area bagian tubuh seperti wajah, telapak tangan, dan telapak kaki. Kemudian, diikuti dengan lenting berair dan bernanah.

Dikatakan Hanny, kelainan cacar monyet ini hampir sama dengan keadaan infeksi virus lainnya. “Ada orang-orang dengan daya tahan tubuh baik, umumnya tidak terlalu berat, tetapi pada saat orang tersebut mempunyai daya tahan tubuh yang berat bisa terjadi komplikasi. Misalnya infeksi kulit, saluran pernapasan hingga infeksi otak hingga berakhir dengan kematian,” tegasnya.

Hanny menjelaskan apabila seseorang terkena infeksi cacar monyet, tentu akan membentuk sesuatu antibodi untuk melindungi tubuh sehingga terlindungi terhadap penyakit tersebut dalam masa waktu tertentu. Namun, situasi ini tidak berlaku untuk vaksin pasien yang memiliki imunokompromais atau defisiensi imun tubuh.

“Jadi ada pertanyaan apakah cacar monyet akan tertular kembali, itu masih bisa tetapi tentunya tubuh mempunyai antibodi untuk masa waktu tertentu sehingga tubuh akan terlindungi, kecuali pasien tersebut memiliki Imunokompromais atau defisiensi imun tubuh,” ujar Hanny.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI