Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Polemik Pulau Komodo, Menparekraf: Jangan Rusak Kebangkitan Pariwisata Kita

Sabtu, 6 Agustus 2022 | 12:22 WIB
Oleh : Vento Saudale, Heru Yustanto / FMB
Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto (kiri) dan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno (kanan) menghadiri acara PHRI Bike Tour 2022 di Tugu Kujang, Kota Bogor, Sabtu, (6/78/2022).

Bogor, Beritasatu.com - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno mengatakan jangan sampai polemik kebijakan kenaikan tiket Pulau Komodo, Labuan Bajo merusak kebangkitan pariwisata di Indonesia.

Hal itu dikatakan Sandi di sela menghadiri acara PHRI Bike Tour 2022 di Tugu Kujang, Kota Bogor, Sabtu, (6/78/2022).

Ia menilai, saat ini pariwisata di Indonesia tengah bangkit dan mampu menopang perekonomian secara nasional yang saat ini pertumbuhannya di angka 10% dan perintah Presiden Joko Widodo agar situasi pariwisata saat ini terus dijaga agar kondusif, aman, nyaman, dan menyenangkan bagi wisatawan dan pelaku wisata.

Terkait kebijakan kenaikan tarif masuk Taman Nasional Komodo, Labuan Bajo menjadi Rp 3,75 juta yang menuai protes serta unjuk rasa pelaku pariwisata Manggarai Barat, Sandi melihat hanya ada salah persepsi di beberapa kalangan.

"Kami sudah berkoordinasi dengan PHRI, ini akan kita tindak lanjuti dengan komunikasi publik yang lebih baik, sosialisasi dan edukasi, juga konservasi untuk pemulihan ekonomi yang beringan," papar Sandi.

Menparekraf Sandi menyebut, hingga saat ini, kebijakan tarif tarif masuk Taman Nasional Komodo tidak berubah, tetap Rp 3,75 juta.

"Jangan sampai ada gejolak yang merusak narasi kebangkitan pariwisata kita. Terbukti, ekonomi kita bangkit menyentuh 10% karena pariwisata. Jangan sampai narasi postif kita bangun," jelas Sandi.

Dari sisi kebangkitan pariwisata, Sandi menuturkan, Indonesia saat ini berada di peringkat 32 dari total 117 negara seluruh dunia berdasarkan laporan dari Travel & Tourism Development Index 2021 yang diterbitkan Mei 2022.

"Kita bisa melampaui Thailand (ke-36) di posisi 32, juga negara yang sukses menangani Covid-19. Jangan negara ini tercoreng karena ketidakpahaman terhadap kebijakan konservasi dan ekonomi secara beringingan," Sandi kembali menjelaskan.

Untuk itu, tambah Sandi, ke depan bagaimana polemik tarif kawasan Pulau Komodo ini bisa tersosialisasi dengan baik. Bagaimana pemerintah dapat manata, agar informasi bisa dicerna dimengerti oleh wisatawan dan pelaku wisata di Labuan Bajo dan Nusa Tenggara Timur (NTT).



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI