Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Dukung Penurunan Stunting, Pemkot Tomohon Optimalisasi Peran Nakes

Senin, 8 Agustus 2022 | 17:22 WIB
Oleh : Jaja Suteja / JAS
Pemerintah Kota Tomohon bertekad terus menurunkan angka stunting di wilayah ini.

Jakarta, Beritasatu.com - Stunting masih menjadi prioritas nasional di bidang kesehatan. Dengan ditetapkannya target nasional untuk menurunkan prevalensi stunting hingga 14% di tahun 2024, perlu adanya upaya lebih untuk mencapai target tersebut meskipun penurunan angka kasus ini menurut hasil Studi Status Gizi Indonesia tahun 2021 telah menunjukan perubahan ke arah yang lebih baik.

Hal ini perlu terus ditingkatkan melalui upaya-upaya pemerintah kabupaten/kota termasuk di dalamnya dinas kesehatan beserta tenaga kesehatan yang terlibat memiliki peran penting.

Data Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2021 menunjukkan prevalensi angka stunting di Sulawesi Utara berada di angka 21,6%, dan Kota Tomohon sendiri berada di angka 18,3%.

Secara nasional, pemerintah menentukan target prevalensi stunting turun ke angka 14% pada tahun 2024. Meski terbilang rendah, pemerintah daerah Kota Tomohon terus melakukan upaya terkait penurunan angka stunting terutama melalui dinas kesehatan beserta tenaga kesehatan (nakes).

Hal ini disampaikan pada Seminar Tata Laksana Cegah Stunting Tenaga Kesehatan dalam Percepatan Penurunan Stunting Melalui Sistem Rujukan Berjenjang di Kota Tomohon Sulawesi Utara.

Dalam pernyataannya, Sekretaris Daerah Kota Tomohon, Edwin Roring, menyampaikan pemerintah hadir untuk memfasilitasi dengan skema-skema kegiatan bersama agar kekurangan gizi tidak terjadi lagi.

“Dengan adanya seminar Ini jadi titik tolak ukur ke depan, bagaimana kiat-kiat pemerintah Kota Tomohon untuk bisa mencegah terjadinya stunting dan berbagai kebijakan regulasi terus dilakukan secara maksimal oleh berbagai pihak, terutama Dinas Kesehatan," ujar Edwin Roring, Senin (8/8/2022) dalam keterangan tertulisnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tomohon, John Denny Lumopa, menyampaikan bahwa dinas kesehatan daerah memiliki peran dalam percepatan penurunan stunting di Kota Tomohon.

"Terdapat beberapa masalah yang menjadi pemicu terjadinya stunting, di antaranya ibu hamil dengan kekurangan energi kronis, berat badan lahir rendah, asupan gizi tidak memadai, dan sanitasi lingkungan yang buruk. sehingga upaya intervensi berdasarkan masalah stunting di Kota Tomohon,” ujar John.

Satuan Tugas Perlindungan Anak PP IDAI, Rachmat Sentika, menjelaskan bahwa sistem rujukan pada kasus stunting harus dapat dilaksanakan hingga ke rumah sakit yang akan menyediakan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten untuk penanganan masalah gizi yang diakibatkan oleh penyakit atau kondisi tertentu pada bayi secara komprehensif.

"Perlu sinergisitas antara tenaga kesehatan fasilitas kesehatan tingkat pertama untuk menemukan risiko stunting," papar Rachmat.

Lebih lanjut ia menegaskan jika dukungan fasilitas layanan kesehatan primer dalam surveilans gizi, deteksi dan penemuan kasus di masyarakat sangat dibutuhkan. “Setiap level harus mengambil peran aktif, melatih dokter umum dan dokter Puskesmas untuk penanggulangan stunting secara berjenjang dari posyandu, puskesmas, hingga RSUD," jelasnya.

Kolaborasi multi-sektoral dengan sektor swasta pun terus dilakukan dalam upaya penurunan angka stunting yang merupakan tanggung jawab bersama, antara pemerintah selaku pemangku kebijakan dan tenaga medis sebagai pelaksana teknis sistem rujukan berjenjang dalam pencegahan stunting yang didukung peran mitra swasta.

Medical Science Director Danone Indonesia, Ray W Basrowi, menyatakan Danone Indonesia terus berkomitmen dalam penurunan angka stunting. Promosi pemberian ASI Eksklusif bagi karyawan, mendukung berbagai macam riset tentang nutrisi pada anak-anak, program edukasi tenaga kesehatan berkelanjutan, serta program pemberdayaan masyarakat dan komunitas.

“Tugas kami di sini adalah mendekatkan sistem pelayanan dan akses dari semua jenis intervensi dan model-model yang telah sukses dilakukan di tempat lain,” pungkas Ray.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI