Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Dana Covid-19 di APBN 2023 Dihapus, Ini Respons Anggota DPR

Selasa, 9 Agustus 2022 | 17:17 WIB
Oleh : Maria Fatima Bona / JEM
Anggota Komisi IX DPR RI Rahmad Handoyo.

Jakarta, Beritasatu.com - Anggota Komisi IX DPR Rahmad Handoyo mendukung keputusan yang disampaikan oleh Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menyebutkan bahwa anggaran kesehatan dalam APBN 2023 tidak lagi dialokasikan secara khusus untuk penanganan pandemi Covid-19.

Menurut Rahmad, keputusan tersebut tepat karena situasi pandemi Covid-19 ini saat ini berbeda dengan awal pandemi yang membutuhkan alokasi anggaran khusus. Situasi saat ini, telah terjadi penurunan angka perawatan di rumah sakit, kematian dan kasus konfirmasi Covid-19.

“Saya kira bisa dipahami bahwa pemerintah untuk APBN 2023 tidak secara khusus dialokasikan untuk Covid-19. Namun demikian, saya garis bawahi bahwa tidak secara khusus bukan berarti tidak ada. Pengendalian Covid-19 masih ada tetapi memang sejalan dengan situasi dan kondisi Covid-19 saat ini. Situasi tahun ini tidak sama seperti tahun lalu atau awal pandemi,” kata Rahmad saat dihubungi Beritasatu.com, Selasa (9/8/2022).

Rahmad menyebutkan masuk akal keputusan pemerintah untuk tidak mengalokasi anggaran khusus Covid-19 tahun depan. Sementara terkait anggaran Covid-19 selama ini, Rahmad menuturkan pemerintah dapat mengalihkan kepada program prioritas lainnya. Salah satunya, prioritaskan pemulihan ekonomi pasca Covid-19, seperti menguatkan ekonomi mikro dan ekonomi kecil menengah.

“Saya kira sudah tepat pemerintah mengalokasikan yang lain dampak dari pandemi. Sedangkan Covid-19 masih tetap dianggarkan meski tidak menjadi prioritas khusus pembiayaan untuk pandemi,” paparnya.

Politisi PDI Perjuangan ini juga berharap kasus Covid-19 nasional terus mengalami penurunan, sehingga pembangunan sosial dan ekonomi dapat berjalan sesuai dengan target dan perencanaan. Kendati demikian, Rahmad menuturkan, jika terjadi kenaikan kasus Covid-19 pada tahun 2023, pemerintah akan membuat suatu perubahan alokasi pembiayaan.

Agar situasi Covid-19 terkendali, Rahmad berharap semua pihak bekerja sama hidup berdampingan dengan Covid-19. Mulai dari menerapkan protokol kesehatan (prokes) dan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) menjadi gaya hidup.

“Ini salah satu solusi bersama-sama menjaga pembangunan secara gotong oleh pemerintah pusat, pemerintah daerah dan semua pihak ” pungkasnya.

--



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI