Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Gubernur Kalbar: RSUD dr Soedarso Akan Jadi RS Tanpa Kelas

Selasa, 9 Agustus 2022 | 18:42 WIB
Oleh : Lenny Tristia Tambun / CAR
Sutarmidji.

Jakarta, Beritasatu.com – Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Sutarmidji menyebut Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Soedarso Pontianak akan dijadikan rumah sakit (RS) tanpa kelas. Semua pasien akan mendapatkan pelayanan yang sama.

“Rumah sakit ini nanti dioperasikan tanpa kelas. Kami berpendapat rumah sakit itu tergantung dari jenis penyakitnya. Jadi, tidak memandang dari sisi kemampuan membayar, tetapi dari sisi jenis penyakitnya,” kata Sutarmidji dalam acara peresmian RSUD dr Soedarso yang dihadiri Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Kota Pontianak, Kalimantan Barat, Selasa (9/8/2022).

Sutarmidji secara khusus mengucapkan terima kasih kepada Presiden Jokowi. Tidak hanya hadir secara langsung untuk meresmikan rumah sakit tersebut, pembangunan RSUD ini juga mendapatkan banyak bantuan dari pemerintah pusat karena adanya instruksi dari Presiden Jokowi.

“Pembangunan rumah sakit diawali dari semangat. Ketika itu saya baru dilantik jadi gubernur. Berapa bulan kemudian menghadap Bapak (presiden), yang saya minta waktu itu alkes (alat kesehatan). Bapak langsung perintah ketemu dengan Menteri Kesehatan. Bapak janjikan Rp 150 miliar untuk alkes. Alhamdulilah sudah semuanya,” kata Sutarmidji.

Selain memberikan bantuan dana untuk pengadaan alat kesehatan, menurut Sutarmidji, Presiden Jokowi juga memberikan semangat untuk segera merealisasikan pembangunan dua tower RSUD dr Soedarso.

“Waktu itu Bapak semangati kami, akhirnya gedungnya langsung kita bangun, Pak, senilai Rp 205 miliar yang terdiri dari instansi gawat darurat 22 tempat tidur, rawat inap 82 tempat tidur, rawat inap paternal 25 tempat tidur, yang keseluruhannya 277 (tempat tidur),” ujar Sutarmidji.

Tidak hanya itu, masih dalam kompleks RSUD dr Soedarso, telah dibangun juga gedung infeksius dengan fasilitas tempat tidur sebanyak 100 bed di bagian belakang kompleks. Tempat perawatan ini disediakan untuk mengantisipasi saat pemerintah menyatakan pandemi Covid-19 sudah menjadi endemi.

“Kemudian di kompleks ini juga dibangun rumah sakit infeksius untuk 100 bed. Kita mengantisipasi ketika menjadi endemi. Rumah sakitnya tidak bercampur, nanti pasien infeksius tidak dirawat di sini tapi dirawat di rumah sakit sendiri di bagian belakang,” terang Sutarmidji.

Tahun ini, menurut Sutarmidji, pihaknya akan membangun layanan kateterisasi jantung untuk persiapan operasi jantung terbuka. Tahun depan juga akan dibangun radioterapi untuk melayani pasien kanker.

“Karena kebanyakan pasien kanker berobat di Kuching, Pak. Mulai tahun ini tidak lagi. Sudah bisa dilayani di sini. Tidak juga ke Jakarta. Kemudian kateter juga sudah bisa di sini,” ujar Sutarmidji.

“Sekali lagi terima kasih atas kesediaan Bapak meresmikan gedung baru enam lantai di dua tower ini. Semoga Provinsi Kalimantan Barat bisa melayani masyarakat Kalimantan Barat di bidang kesehatan secara paripurna,” imbuhnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI