Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Jokowi: Paling Sedih Dengar Warga Sakit Berobat ke Luar Negeri

Selasa, 9 Agustus 2022 | 18:54 WIB
Oleh : Lenny Tristia Tambun / CAR
Joko Widodo.

Jakarta, Beritasatu.comPresiden Joko Widodo (Jokowi) merasa sedih jika mendengar ada warga negara Indonesia (WNI) yang sedang sakit, pergi berobat ke luar negeri. Sejumlah negara yang menjadi tujuan untuk berobat adalah Malaysia, Singapura, Jepang dan Amerika Serikat (AS).

“Saya tuh paling sedih, kalau mendengar ada warga negara kita yang sakit, kemudian perginya ke luar negeri, ke Malaysia, ke Singapura, ada yang ke Jepang, ada yang ke Amerika. Khusus untuk Kalimantan Barat, saya mendengar banyak sekali yang ke Kuching,” kata Jokowi dalam acara peresmian Tower A dan B RSUD dr Soedarso di Kota Pontianak, Kalimantan Barat, Selasa (9/8/2022).

Hal ini mengakibatkan besaran capital flow atau uang yang dikeluarkan untuk membiayai yang sakit dan berobat ke luar negeri mencapai Rp 110 triliun tiap tahunnya. Karenanya, ketika Gubernur Kalbar Sutarmidji meminta bantuan kepada pemerintah pusat untuk penyediaan alat kesehatan (alkes) bagi RSUD dr Soedarso, Jokowi pun langsung menyanggupinya.

“Oleh sebab itu, pada saat pak gubernur menyampaikan pada saya, Pak saya minta bantuan ke pemerintah pusat, saya akan bangun gedungnya, kami minta bantuan dari Bapak nanti alkesnya, saya jawab saat itu juga, bangun (RSUD), alkesnya saya siapin,” ujar Jokowi.

Pembangunan kedua tower tersebut menghabiskan biaya sebesar Rp 205 miliar. Begitu juga dengan pengadaan alkes menghabiskan dana hampir sama, yaitu sekitar Rp 200 miliar.

“Habis Rp 205 miliar (pembangunan RSUD). Alkesnya kurang lebih sama Rp 200 miliaran. Ini yang namanya gotong royong untuk menyelesaikan uang yang harus keluar, karena tidak siapnya rumah sakit kita,” kata Jokowi.

Jokowi mengaku sempat mengecek kondisi dua tower rumah sakit, mulai dari kapasitas tempat tidur yang berjumlah 277 bed, ruang operasi hingga ruang ICU. “Semuanya saya lihat sudah super modern. Jadi, saya ingatkan, enggak usahlah kita keluar. Di sini sudah siap dan cukup untuk menangani kasus-kasus yang ada,” tegas Jokowi.

Lebih lanjut, Jokowi menekankan pemerintah telah banyak sekali belajar dari penanganan pandemi Covid-19 selama 2,5 tahun ini. Pemerintah bisa melihat bagaimana sistem kesehatan nasional yang selama ini berjalan. Dengan begitu dapat diketahui yang harus diperbaiki atau bergerak lamban untuk dipacu lebih cepat.

“Kita banyak sekali belajar dari pandemi 2,5 tahun ini. Melihat bagaimana sistem kesehatan nasional kita, mana yang harus kita perbaiki, mana yang lamban yang harus dipercepat, sarana apa yang harus dibeli,” kata Jokowi.

Menurutnya, pandemi Covid-19 membawa hikmah untuk perbaikan sistem kesehatan di Tanah Air. “Semuanya menjadi kelihatan pada saat kita menderita, menjadi kelihatan semuanya, pada saat kita krisis kesehatan karena pandemi, kelihatan semuanya, mana yang enggak bener kelihatan, mana yang lamban kelihatan, mana yang kurang, kelihatan. Inilah yang kita perbaiki,” ujar Jokowi.

Oleh karena itu, Jokowi sangat senang bisa melihat Tower A dan B RSUD dr Soedarso yang megah. Kemudian, Jokowi pun meresmikan RSUD tersebut agar dapat digunakan oleh warga di Kalbar. “Saya senang pada hari ini bisa melihat bangunan yang megah ini dan saya sampaikan selamat pada seluruh masyarakat Provinsi Kalimantan Barat,” katanya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI