Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Menular dari Hewan, Wabah Virus Baru Henipa Merebak di Tiongkok

Selasa, 9 Agustus 2022 | 20:18 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR
Virus Henipa

Beijing, Beritasatu.com- Wabah virus baru henipa dilaporkan merebak di Tiongkok. Seperti dilaporkan RT, Senin (8/8/2022), setidaknya 35 orang di Tiongkok telah terinfeksi virus henipa baru yang tampaknya menyebar dari hewan ke manusia.

“Laboratorium Taiwan perlu menetapkan prosedur pengujian standar untuk mengidentifikasi Langya henipavirus (LayV),” kata Chuang Jen-hsiang, wakil direktur Pusat Pengendalian Penyakit (CDC) Taiwan, kepada wartawan pada hari Minggu.

Menurut Chuang, pengurutan genom virus diperkirakan akan selesai dalam waktu sekitar satu minggu.

Chuang membuat komentarnya tiga hari setelah New England Journal of Medicine memposting penelitian tentang virus yang baru ditemukan, yang terdeteksi di provinsi Shandong dan Henan, Tiongkok.

Semua pasien yang terkena mengalami demam tinggi, sementara setidaknya setengahnya juga mengalami kelelahan, batuk, kehilangan nafsu makan dan penurunan sel darah putih.

Lebih dari sepertiga pasien menderita gagal hati, dan 8% mengalami gagal ginjal. Studi tersebut mengatakan LayV adalah bagian dari keluarga Paramyxoviridae dari virus RNA untai negatif, yang dapat menyebabkan "penyakit fatal."

Kemunculan virus terjadi saat pejabat kesehatan masyarakat di seluruh dunia masih menangani pandemi Covid-19 yang dilaporkan telah menewaskan lebih dari 6,4 juta orang.

Belum diketahui apakah patogen dapat menyebar dari manusia ke manusia, menurut para peneliti. Pengujian pada hewan di daerah yang terkena dampak menunjukkan bahwa 5% anjing dan 2% kambing telah terinfeksi. Tikus mungkin menjadi pembawa utama LayV, karena 27% dinyatakan positif.

“Tak satu pun dari 35 manusia yang terinfeksi memiliki kontak dekat satu sama lain atau riwayat paparan umum,” kata Chuang.

Pelacakan kontak menunjukkan bahwa tidak ada anggota keluarga atau individu lain yang terpapar orang yang terinfeksi yang tertular virus.

Peneliti Tiongkok menemukan henipavirus baru, yang disebut Mojiang paramyxovirus (MojV), pada tahun 2013. Tikus yang tinggal di tambang tembaga yang ditinggalkan di provinsi Yunnan ditemukan terinfeksi virus.

Tiga pria yang telah bekerja di tambang jatuh sakit dengan radang paru-paru parah. Mereka meninggal jauh sebelum para ilmuwan tiba di tempat kejadian, jadi tidak ada koneksi langsung ke MojV yang dikonfirmasi.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI