Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Pengacara: Motif Kasus Brigadir J Hanya Bisa Dipahami yang Dekat dengan Tuhan

Rabu, 10 Agustus 2022 | 12:30 WIB
Oleh : Stefani Wijaya / BW
Kuasa Hukum Keluarga Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak di Bareskrim Polri, Selasa, 2 Agustus 2022. 

Jakarta, Beritasatu.com - Motif kasus dugaan pembunuhan berencana Brigadir Nopryansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J masih belum terungkap dan terus didalami oleh polisi. Pengacara atau kuasa hukum Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak mengatakan, motif pembunuhan berencana terhadap Brigadir J hanya dapat dipahami oleh orang-orang yang dekat dengan Tuhan. Dalam kasus ini, polisi telah menetapkan mantan Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo sebagai tersangka.

"Motifnya sudah terungkap, hanya bisa dipahami oleh orang-orang yang dekat dengan Tuhan, kalau dia tidak punya kedekatan dia sulit memahami," kata Kamaruddin saat dihubungi wartawan, Rabu (10/8/2022).

Di sisi lain, Kamaruddin menduga kliennya telah mendapatkan ancaman pembunuhan satu pekan sebelum kematiannya, yaitu pada 1-7 Juli 2022.

"Karena almarhum ini sangat disayang oleh bapak dan ibu, dianggap atau diangkat sebagai anaknya atau diperlakukan sebagai anaknya membuat yang lain cemburu, sehingga timbul gesekan-gesekan atau pengaduan yang tidak benar," ucapnya.

Tidak hanya itu, Kamaruddin juga menduga ada pelanggaran hukum yang terjadi antara pelaku pembunuhan. Sehingga, Brigadir J dianggap akan membocorkan informasi.

"Ada dugaan juga perbuatan melawan hukum di antara mereka, sehingga dianggap sebagai whistleblower atau pemberi kesaksian, almarhum ini, sehingga dia dihabisi," tutur Kamaruddin.

Sebelumnya, Polri menetapkan mantan Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo sebagai tersangka kasus tewasnya Brigadir J. Diketahui, Brigadir J tewas di rumah dinas Ferdy Sambo pada 8 Juli 2022 lalu.

''Tadi pagi dilaksanakan gelar perkara, dan timsus telah memutuskan menetapkan saudara FS (Ferdy Sambo) sebagai tersangka," kata Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (9/8/2022).

Meskipun demikian, Sigit belum mengungkapkan motif pembunuhan Brigadir J oleh Irjen Ferdy Sambo. Dia memastikan proses pengusutan akan terus dilakukan sehingga akan mengungkap motif maupun hal lainnya secara komprehensif. “Motif masih pendalaman,” tegas Sigit.

Sementara itu, Kabareskrim Polri Komjen Pol Agus Andrianto menyampaikan, atas ulahnya baik Irjen Sambo maupun tiga tersangka lainnya berinisial RE (Richard Eliezer) RR (Ricky Rizal), dan KM dijerat Pasal 340 subsider Pasal 338 juncto Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP.

"Dengan ancaman maksimal hukuman mati, penjara seumur hidup, atau penjara selama-lamanya 20 tahun," ujar Agus.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI