Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Polri Dalami Alasan Ferdy Sambo Pilih Bharada E Jadi Penembak Brigadir J

Rabu, 10 Agustus 2022 | 13:21 WIB
Oleh : Stefani Wijaya / BW
Dedi Prasetyo.

Jakarta, Beritasatu.com - Polri mendalami alasan mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo memilih Bharada E sebagai penembak Brigadir Nopryansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J.

"Ini masih bagian objek pemeriksaan penyidik. Ini masih berproses semuanya. Malam ini pak Kapolri sudah menyampaikan komitmennya membuka kasus ini seterang-terangnya," kata Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo kepada wartawan di Mabes Polri, Selasa (9/8/2022).

Peristiwa tewasnya Brigjen J terjadi pada Jumat (8/7/2022) lalu, di rumah dinas Kadiv Propam Polri Irjen Pol Ferdy Sambo saat itu. Awalnya Brigadir J dilaporkan tewas akibat baku tembak dengan Bharada E.

Namun hasil penyidikan timsus, skenario tembak-menembak itu tidak terbukti, yang ada adalah Bharada E menembak Brigadir J atas perintah Ferdy Sambo, dengan senjata Brigadir RR, sementara senjata Brigadir J digunakan oleh Ferdy Sambo untuk menembak dinding rumah tempat kejadian perkara (TKP).

"Saya ulangi tidak ditemukan fakta peristiwa tembak-menembak seperti yang dilaporkan di awal," kata Kapolri Listyo Sigit Prabowo.

Pelecehan
Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto mengungkapkan, aksi dugaan pelecehan seksual Brigadir Nopryansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J terhadap istri Irjen Ferdy Sambo, kecil kemungkinan terjadi.

"Kalau (Pasal) 340 diterapkan, kecil kemungkinannya itu (pelecehan oleh Brigadir Yosua)," kata Agus kepada wartawan di Mabes Polri, Selasa (9/8/2022).

Sebelumnya, rilis awal kepolisian menyebutkan bahwa Brigadir J tewas akibat ditembak Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu atau Bharada E. Sebelumnya, Bharada E mendengar teriakan istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi yang diduga telah dilecehkan oleh Brigadir J.

Diketahui dalam kasus ini, Polri menetapkan mantan Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo sebagai tersangka kasus tewasnya Brigadir J. Diketahui, Brigadir J tewas di rumah dinas Ferdy Sambo pada 8 Juli 2022 lalu.

''Tadi pagi dilaksanakan gelar perkara, dan timsus telah memutuskan menetapkan saudara FS (Ferdy Sambo) sebagai tersangka," kata Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (9/8/2022).

Meskipun demikian, Sigit belum mengungkapkan motif pembunuhan Brigadir J oleh Irjen Ferdy Sambo. Dia memastikan proses pengusutan akan terus dilakukan sehingga akan mengungkap motif maupun hal lainnya secara komprehensif. “Motif masih pendalaman,” tegas Sigit.

Sementara itu, Kabareskrim Polri Komjen Pol Agus Andrianto menyampaikan, Ferdy Sambo maupun tiga tersangka lainnya berinisial RE (Richard Eliezer) RR (Ricky Rizal), dan Kuwat dijerat Pasal 340 subsider Pasal 338 juncto Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP.

"Dengan ancaman maksimal hukuman mati, penjara seumur hidup, atau penjara selama-lamanya 20 tahun," ujar Agus.

Motif
Sementara itu, motif kasus dugaan pembunuhan berencana Brigadir Nopryansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J masih belum terungkap dan terus didalami oleh polisi.

Pengacara atau kuasa hukum Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak mengatakan, motif pembunuhan berencana terhadap Brigadir J hanya dapat dipahami oleh orang-orang yang dekat dengan Tuhan.

"Motifnya sudah terungkap, hanya bisa dipahami oleh orang-orang yang dekat dengan Tuhan, kalau dia tidak punya kedekatan dia sulit memahami," kata Kamaruddin saat dihubungi wartawan, Rabu (10/8/2022).



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI