Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Peneliti: Harus Dibatasi Daya Tampung TNK Hanya 292.000 Wisatawan Per Tahun

Rabu, 10 Agustus 2022 | 13:40 WIB
Oleh : Hendro D Situmorang / JEM
Seekor komodo terlihat di Taman Nasional Komodo, Pulau Rinca, NTT, Minggu 14 Oktober 2018.

Jakarta, Beritasatu.com - Daya tampung atau kapasitas kunjungan ke Taman Nasional Komodo (TNK) maksimal hanya boleh 215.000 orang wisatatan per tahun, dan batas maksimal tertinggi sebanyak 292.000 wisatawan per tahun atau bertambah 5% dari batas ideal (215.000 wisatawan). Jika lebih dari itu, maka akan sangat berbahaya bagi kelestarian TNK khususnya perlindungan habitat komodo, hewan langka yang telah menjadi ikon pariwisata dunia di dalam kawasan TNK.

Hal itu dikatakan Ketua Tim Ahli Kajian Daya Dukung Daya Tampung Berbasis Jasa Ekosistem di Pulau Komodo, Pulau Padar, dan Kawasan Perairan Sekitarnya, Irman Firmansyah kepada Beritasatu.com, Rabu (10/8/2022).

Disebutkan, berdasarkan analisis kunjungan wisatawan ke TNK sejak 2016 hingga saat ini, maka potensi kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara ke TNK akan sangat besar ke depan, dan bakal melampaui daya tampung TNK sebagai objek wisata paling digemari wisatawan dunia saat ini.

Pakar lingkungan yang juga akademisi Institut Pertanian Bogor (IPB) ini mengatakan, berdasarkan catatan kunjungan wisatawan mancanegara dan domestik ke TNK tahun 2016 mencapai 107.711 orang. Kemudian tahun 2017 naik lagi menjadi 125.069, tahun 2018 tercatat 176.834 wisatawan, dan tahun 2019 mencapai 221.703 kunjungan.

Namun memasuki tahun 2020-2021, kunjungan wisatawan ke TNK menurun seiring dengan pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia sehingga berdampak pada arus kunjungan wisatawan.

Disebutkan, jumlah wisatawan yang berkunjung ke TNK pada tahun 2022 hanya mencapai 51.618 dan tahun 2021 naik sedikit 64.617 wisatawan domestik dan mancanegara.

"Dari data kunjungan itu menunjukkan tetap ada kenaikan pada tahun kedua pandemi Covid-19 (2021), dan bahkan tahun 2022 ini diperkirakan bakal melonjak karena tren pariwisata nasional mulai membaik lagi seiring dengan melandainya kasus Covid-19," kata Irman kepada Beritasatu.com, Rabu (10/8/2022).

Selanjutnya, kata Irman, berdasarkan analisis kunjungan wisatawan ke TNK pada tahun 2015 yang mencapai 95.410 wisatawan, maka kunjungan pada 2029 diperkirakan bisa mencapai 429.000 wisawatan dan tahun 2045 bisa menyentuh angka 479.000 wisatawan per tahun.

"Jika hal ini dibiarkan begitu saja, bakal mengancam habitat hewan eksotis (komodo) di TNK. Untuk itu, perlu dilakukan pembatasan jumlah kunjungan wisatawan demi kelestarian kawasan wisata berkelas dunia tersebut," kata Irman.

“Batas ideal tim peneliti kami kurang lebih dari 5% yaitu 215.000 dan batas maksimal tertinggi adalah 292.000 kunjungan. Namun memang akan lebih baik jika mematuhi batas ideal yakni 215.000 wisatawan per tahun,” tandas Irman.

Sementara itu, Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) sebagai Satuan Kerja (Satker) Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), menyatakan pada musim liburan, jumlah kunjungan wisatawan ke TNK bisa mencapai 1.000 orang per hari dengan tujuan di Pulau Padar dan Pulau Komodo.

Direktur Utama BPOLBF, Shana Fatina memberikan contoh kasus over kunjungan terjadi di Pulau Padar yang kuota kunjungan hanya 300 orang per hari, namun pada 2 Juli 2022 mencapai 1.119 wisatawan per hari.

"Kemudian pada 4 Agustus 2022 mencapai 430 wisatawan, pada 5 Agustus 2022 mencapai 608 wisatawan. Selanjutnya 6 Agustus 2022 ada 648 wisatawan, dan 7 Agustus 2022 mencapai 353 wisatawan per hari," ungkap Shana Fatina kepada Beritasatu.com, Selasa (9/8/2022).

Ia mengatakan, untuk mengatasi masalah ini, maka perlu dilakukan pembatasan carrying capacity ke masing-masing destinasi wisata di TNK. Seperti ke Pulau Komodo maksimal 600 per hari, Pulau Padar maksimal 300 per hari, Pulau Rinca maksimal 1000 per hari (500 trekking).

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno menyatakan untuk melakukan pembatasan kunjungan ke TN Komodo, pemerintah mengembangkan kawasan wisata Pulau Rinca, Gua Batu Cermin, Waterfront City, dan beberapa daya tarik lainnya di sekitar Labuan Bajo termasuk Desa Wisata Wae Rebo.

"Inilah yang sedang kita kembangkan, sehingga nanti pola perjalanan ke depan akan mendistribusikan kunjungan wisatawan-wisatawan baik mancanegara maupun nusantara di destinasi-destinasi tersebut. Jadi itu harus juga ke Pulau Komodo dan Pulau Padar. Wisata di Labuan Bajo semakin luas dan banyak," pungkas Sandiaga.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI