Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Ibu Brigadir J Terkejut Anaknya Ditembak atas Perintah Ferdy Sambo

Rabu, 10 Agustus 2022 | 14:37 WIB
Oleh : BW
Ibu Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J, Rosti Simanjuntak, didampingi kerabatnya histeris saat mendatangi makam anaknya sebelum autopsi ulang di Sungai Bahar, Muarojambi, Jambi, Rabu 27 Juli 2022. 

Jambi, Beritasatu.com - Ibu kandung Brigadir Nopryansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J, Rosti Simanjuntak, terkejut mendengar keterangan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo yang mengatakan Yoshua ditembak atas perintah Irjen Ferdy Sambo.

Ayah Brigadir Yoshua, Samuel Hutabarat, di Jambi, Rabu (10/8/2022), mengatakan dia dan istrinya menonton keterangan resmi dari Kapolri melalui tayangan televisi di rumahnya, Selasa petang (9/8/2022).

"Istri saya setelah menonton keterangan resmi dari Mabes Polri bersama keluarga langsung terkejut mendengar tersangka baru mantan pimpinan almarhum Yoshua, Irjen Ferdy Sambo," kata Samuel.

Setelah Kapolri menjelaskan peran masing-masing para tersangka secara lebih mendalam, pihak keluarga Brigadir J makin sedih karena ternyata peristiwa itu bukan tembak-menembak antara Brigadir J dan tersangka Bharada Richard Eliezer atau Bharada E.

Rosti Simanjuntak juga sempat menonton dan mendengar keterangan Kapolri bahwa anaknya kandungnya ditembak mati oleh rekannya, Bharada E, langsung terkejut.

Samuel mengatakan Rosti sebenarnya memiliki firasat kematian anaknya karena dibunuh. Namun, awalnya dia mendapat informasi bahwa Brigadir J tewas setelah tembak-menembak dengan rekannya sesama anggota Polri.

Keluarga juga mengucapkan banyak terima kasih kepada Polri, khususnya Kapolri dan Kabareskrim, yang berhasil mengungkap kasusnya serta masyarakat luas yang memanjatkan doa agar kasus ini cepat terungkap pelaku utamanya.

Pihak keluarga juga sangat berterima kasih kepada Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD yang merespons berbagai keluhan keluarga Brigadir J saat mereka mendatangi Kantor Menkopolhukam di Jakarta beberapa waktu lalu.

Alasan
Polri mendalami alasan mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo memilih Bharada E sebagai penembak Brigadir Nopryansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J.

"Ini masih bagian objek pemeriksaan penyidik. Ini masihberproses semuanya. Malam ini pak Kapolri sudah menyampaikan komitmennya membuka kasus ini seterang-terangnya," kata Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo kepada wartawan di Mabes Polri, Selasa (9/8/2022).

Peristiwa tewasnya Brigjen J terjadi pada Jumat (8/7/2022) lalu, di rumah dinas Kadiv Propam Polri Irjen Pol Ferdy Sambo saat itu.

Awalnya Brigadir J dilaporkan tewas akibat baku tembak dengan Bharada E.

Namun hasil penyidikan timsus, skenario tembak-menembak itu tidak terbukti, yang ada adalah Bharada E menembak Brigadir J atas perintah Ferdy Sambo, dengan senjata Brigadir RR, sementara senjata Brigadir J digunakan oleh Ferdy Sambo untuk menembak dinding rumah tempat kejadian perkara (TKP).

"Saya ulangi tidak ditemukan fakta peristiwa tembak-menembak seperti yang dilaporkan di awal," kata Kapolri Listyo Sigit Prabowo.

Pelecehan
Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto mengungkapkan, aksi dugaan pelecehan seksual Brigadir Nopryansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J terhadap istri Irjen Ferdy Sambo, kecil kemungkinan terjadi.

"Kalau (Pasal) 340 diterapkan, kecil kemungkinannya itu (pelecehan oleh Brigadir Yosua)," kata Agus kepada wartawan di Mabes Polri, Selasa (9/8/2022).

Sebelumnya, rilis awal kepolisian menyebutkan bahwa Brigadir J tewas akibat ditembak Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu atau Bharada E. Sebelumnya, Bharada E mendengar teriakan istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi yang diduga telah dilecehkan oleh Brigadir J.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: ANTARA


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI