Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

DPR Kritik Mahfud MD karena Bicara Motif Ferdy Sambo Bunuh Brigadir J

Rabu, 10 Agustus 2022 | 16:48 WIB
Oleh : Yustinus Paat / FFS
Arsul Sani.

Jakarta, Beritasatu.com - Anggota Komisi III DPR dari Fraksi PPP Arsul Sani mengkritik Menko Polhukam, Mahfud MD yang membicarakan lebih awal soal motif mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo membunuh Brigadir J atau Brigadir Nopriansyah Yosua Hutabarat. Menurut Arsul, pejabat publik seharusnya tidak mengembangkan narasi apa pun soal motif pembunuhan Brigadir J sebelum ada hasil penyelidikan pihak kepolisian.

"Saya memang beda pendapat dengan yang disampaikan Pak Menko Polhukam, menurut hemat saya kita jangan mengembangkan narasi apa pun yang terkait dengan motif di ruang publik," ujar Arsul saat ditemui di Kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta, Rabu (10/8/2022).

Menurut Arsul, bisa saja Polri belum menyampaikan motif Ferdy Sambo membunuh Brigadir J ke publik karena bagian dari strategi. Hal ini mengingat, penyampaian motif di awal, dapat mengganggu bahkan menghambat pengembangan kasus selanjutnya.

"Kalau motifnya itu belum apa-apa itu sudah disampaikan, maka kemudian upaya untuk mengembangkan kasus ini bisa terhambat," tegas dia.

Apalagi, kata Arsul, mengungkap motif atau mens rea membutuhkan waktu dengan melakukan pemeriksaan terhadap para tersangka dan juga para saksi. Menurut dia, mencari motif dari tindak pidana harus dilakukan dari mahluk hidup, tidak bisa dari hasil autopsi atau uji balistik.

"Nah, kalau sekarang belum diungkap motifnya ya memang saya kira masih dalam proses penyidikan. Ya biasanya motif itu baru disampaikan oleh penegak hukum, penyidik ketika proses penyidikan sudah selesai, artinya proses pemberkasan BAP," jelas dia.

Untuk itu, Arsul meminta publik bersabar terkait motif di balik motif Ferdy Sambo membunuh Brigadir J. Menurut dia, sudah saatnya semua pihak mempercayakan penanganan kasus ini kepada pihak Polri yang sudah bekerja profesional dan transparan hingga saat ini.

"Biarkan Polri (bekerja), karena itu memang tupoksinya Polri. Komisi III, Kemenko Polhukam itu bukan penyidik, jadi kita serahkanlah, kita percayakan kepada penyidik," pungkas Arsul.

Sebelumnya, Menko Polhukam Mahfud MD menduga, motif Ferdy Sambo membunuh Brigadir J relatif sensitif. Untuk itu, kata Mahfud, kemungkinan besar motif tersebut hanya bisa didengar oleh orang dewasa.

"Soal motif kita tunggu hasilnya biar nanti di konstruksi hukumnya, mungkin hanya boleh didengar oleh orang-orang dewasa," ujar Mahfud di Gedung Kemenko Polhukam, Jakarta, Selasa (9/8/2022).

Mahfud MD menyerahkan sepenuhnya kepada Tim Khusus Polri untuk mengusut tuntas kasus dugaan pembunuhan terhadap Brigadir J termasuk motif pembunuhan. Apalagi, kata dia, Polri sudah mengusut kasus ini dengan transparan sampai dengan penetapan tersangka terduga pelaku utamanya, yakni Irjen Ferdy Sambo.

"Pemerintah mengapresiasi Kepolisian Republik Indonesia, Polri khususnya Kapolri Bapak Listyo Sigit Prabowo yang telah serius mengusut dan membuka kasus ini secara terang," kata Mahfud.

Diketahui, Polri menetapkan mantan Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo sebagai tersangka kasus pembunuhan Brigadir J yang tewas di rumah dinasnya pada 8 Juli 2022 lalu.

"Tadi pagi dilaksanakan gelar perkara, dan timsus telah memutuskan menetapkan saudara FS (Ferdy Sambo) sebagai tersangka," kata Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (9/8/2022).

Meskipun demikian, Sigit belum mengungkapkan motif Ferdy Sambo membunuh Brigadir J. Dia memastikan proses pengusutan akan terus dilakukan sehingga akan mengungkap motif maupun hal lainnya secara komprehensif.

“Motif masih pendalaman,” tegas Sigit.

Sementara itu, Kabareskrim Polri, Komjen Pol Agus Andrianto menyampaikan, atas ulahnya baik Irjen Sambo maupun tiga tersangka lainnya berinisial RE (Richard Eliezer) RR (Ricky Rizal), dan KM dijerat Pasal 340 subsider Pasal 338 juncto Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP.

"Dengan ancaman maksimal hukuman mati, penjara seumur hidup, atau penjara selama-lamanya 20 tahun," ujar Agus.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI