Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Terus Tingkatkan Moderasi Beragama di Dunia Pendidikan

Rabu, 10 Agustus 2022 | 20:58 WIB
Oleh : Asni Ovier / AO
Inspektorat Jenderal Kemendikbudristek, Chatarina M Girsang, berfoto bersama pimpinan dan tim Lembaga Kajian Pendidikan dan Moderasi Beragama (LKPMB) Indonesia di Jakarta, 9 Agustus 2022.

Jakarta, Beritasatu.comModerasi beragama di dunia pendidikan sangat penting untuk terus ditingkatkan. Para guru, dosen, dan pelajar/mahasiswa, termasuk tokoh masyarakat, memiliki peran penting untuk memberikan pemahaman dan pengertian yang luas tentang menghargai perbedaan.

Hal itu dikatakan Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Pendidikan dan Moderasi Beragama (LKPMB) Indonesia, Alfonsus Beo Say dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Rabu (10/8/2022).

Menurut Alfons, moderasi beragama mutlak diperlukan dan diajarkan kepada peserta didik dan masyarakat luas agar menjadi manusia yang mendamaikan, penuh kasih sayang, dan toleran pada masa yang akan datang.

Untuk membicarakan soal moderasi beragama di dunia pendidikan itu, LKPMB Indonesia melakukan pertemuan dengan Inspektur Jenderal Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikburistek) Chatarina M Girsang di Jakarta, Selasa (9/8/2022).

Alfons mengatakan, implementasi moderasi beragama dalam proses belajar mengajar dapat dilakukan dengan menggunakan metode diskusi, kerja kelompok, dan karya wisata. Dengan pemahaman tersebut, peserta didik dapat mengimplentasikan dalam kehidupan sehari-hari peserta didik dan masyarakat luas.

“Dengan cara seperti itu, upaya memberikan pengertian keberagaman, menghargai orang lain, menghargai pendapat orang lain, dan toleran dapat dilakukan dengan baik. Dalam program pendidikan ini, guru atau dosen bisa menyisipkan topik-topik kebinekaan dan nilai-nilai moderasi beragama dalam setiap materi pendidikan,” kata dosen Unisadhuguna Business School Jakarta itu.

Mantan aktivis 1998 itu juga mengatakan, dengan pengulangan moderasi beragama, maka dapat terbentuk karakter yang bijaksana sehingga tidak sekada mengetahui benar-salah, tetapi juga menanamkan kebiasaan tentang hal-hal yang baik dalam kehidupan.

“Sehingga, peserta didik mempunyai kesadaran dan pemahaman yang tinggi serta kepedulian dan komitmen untuk menerapkan kebijakan dalam kehidupan sehari-hari,” tutur Alfons.

Sementara, Chatarina M Girsang mengatakan, pendidikan merupakan faktor penting dalam membangun lingkungan yang toleran terhadap semua pemeluk agama. Penerapan moderasi beragama dalam pendidikan sangat penting, terutama untuk membangun rasa saling pengertian sejak dini antara peserta didik yang mempunyai keyakinan keagamaan berbeda.

“Untuk itu, kurikulum atau buku-buku yang diterapkan di sekolah sebaiknya yang memuat nilai-nilai pluralisme dan toleransi keberagamaan,” ujar Chatarina.

Pada akhirnya, kata dia, dengan menerapkan nilai-nilai budaya religius di sekolah serta kuatnya kepedulian dari guru dan manajemen lembaga pendidikan, diharapkan dapat membentuk kebersamaan dan sosial peserta didik.

Hal ini diharapkan dapat membangun watak, moral, dan peradaban bangsa yang bermartabat dan tidak membeda-bedakan agama orang lain.

Audiensi LPKMB Indonesia dengan Kemendikbudristek juga dihadiri Direktur Kajian Pendidikan Cicilia Damayanti, Direktur Kajian Budaya dan Moderasi Beragama Tindra Matutino Kinasih, serta Direktur Kebijakan Publik dan Kerja Sama Antarlembaga Bondan Wicaksono.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI