Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Maskapai Rusia Mulai Alami Kesulitan Suku Cadang Pesawat

Kamis, 11 Agustus 2022 | 07:03 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR
Sejumlah pesawat maskapai Aeroflot tampak diparkir di bandara Rusia. 

Moskwa, Beritasatu.com- Maskapai penerbangan Rusia, termasuk Aeroflot yang dikendalikan negara, mulai kesulitan suku cadang pesawat. Seperti dilaporkan Reuters, Selasa (9/8/2022). Rusia tidak dapat lagi membeli suku cadang di luar negeri akibat sanksi Barat terkait invasi Rusia.

Empat sumber industri mengatakan langkah-langkah tersebut sejalan dengan saran yang diberikan pemerintah Rusia pada bulan Juni. Maskapai penerbangan menggunakan beberapa pesawat untuk suku cadang guna memastikan sisa pesawat buatan asing dapat terus terbang setidaknya hingga tahun 2025.

Sanksi yang dikenakan pada Rusia setelah mengirim pasukannya ke Ukraina pada akhir Februari telah mencegah maskapai penerbangannya mendapatkan suku cadang atau menjalani perawatan di Barat.

Pakar penerbangan mengatakan bahwa maskapai Rusia kemungkinan akan mulai mengambil suku cadang dari pesawat mereka agar tetap layak terbang.

Setidaknya satu Sukhoi Superjet 100 buatan Rusia dan sebuah Airbus A350, keduanya dioperasikan oleh Aeroflot, saat ini di-grounded dan sedang dibongkar, kata satu sumber yang mengetahui masalah tersebut.

Sumber tersebut menolak untuk diidentifikasi karena sensitivitas masalah ini.

Sumber mengatakan Airbus A350 hampir benar-benar baru. Sebagian besar armada pesawat Rusia terdiri dari jet penumpang Barat.

“Peralatan sedang diambil dari beberapa Boeing 737 dan Airbus A320 Aeroflot, karena operator membutuhkan lebih banyak suku cadang dari model tersebut untuk Boeing 737 dan Airbus A320 lainnya,” kata sumber itu.

Kementerian Transportasi dan Aeroflot Rusia tidak menjawab permintaan komentar.

Sukhoi Superjet rakitan Rusia juga sangat bergantung pada suku cadang asing. Satu mesin telah dikeluarkan dari satu Superjet untuk memungkinkan Superjet lain untuk terus terbang, kata sumber pertama.

“Yang pasti, mesin-mesin sering ditukar antarpesawat dan biasanya dipasok di bawah kontrak terpisah,” kata pakar industri.

Mesin tidak dianggap sebagai bagian dari badan pesawat inti.

Sumber industri penerbangan Barat mengatakan hanya masalah waktu, sebelum pesawat yang berbasis di Rusia dikanibal.

“Dalam satu tahun sejak sanksi mulai berlaku, Rusia akan menghadapi "tantangan" untuk menjaga jet modern tetap beroperasi bahkan untuk pangkalan teknik Rusia yang sangat maju dan kompeten,” kata sumber-sumber Barat.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI