Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Ferdy Sambo Tersangka, ICK Minta Kapolri Jaga Soliditas

Kamis, 11 Agustus 2022 | 07:49 WIB
Oleh : Heru Yustanto / WM
Listyo Sigit Prabowo.

Jakarta, Beritasatu.com - Ketegasan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menetapkan Irjen Ferdy Sambo sebagai tersangka terus mendapat apresiasi para pemerati kasus ini. Ketua Presidium Indonesia Cinta Kamtibmas (ICK), Gardi Gazarin, mengapreasiasi penetapan tersebut, namun ICK meminta agar kapolri tetap bisa menjaga soliditas anggota dari tingkat jenderal hingga level paling bawah.

Dalam keterangan persnya kepada Beritasatu.com, Ketua ICK mencermati perkembangan penanganan kasus penembakan di rumah Irjen FS mulai dari peritiwa hingga penangkapan Irjen Ferdi Sambo plus mengamankan 31 personil polri lainnya.
ICK menilai, insiden yang menewaskan Brigadir Nopryansyah Yosua Hutabatara (Brigadir J) diwarnai skenario untuk mengaburkan barang bukti dan menjerat para pelaku maka Kapolri memiliki dua kerja sekaligus yaitu mengungkap kasus seterang terangnya skaligus tetap menjaga kekompakan Mabes Polri hingga tingkat paling bawah.

"Ditetapkannya Ferdy Sambo cs sebagai tersangka, soliditas Mabes Polri terus ditingkatkan dan tetap terjaga. Jangan sampai pecah bahkan jadi api dalam sekam dampak peristiwa berdarah tersebut meluluhkan semangat jiwa korsa, apalagi menjadi mundur mengingat jumlah Jenderal yang diamankan katagori banyak bahkan dikenakan sanksi etik sampai terancam pidana hukuman mati," ungkap Gardi Gazarin.

Untuk itu, ICK mengapresiasi sikap tegas Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, karena tidak pandang bulu atas pengungkapan kasus tewasnya Brigadir J yang dilakukan oleh Ferdy Sambo cs kemudian berujung dengan diamankan 31 personel Polri dari pangkat terendah sampai jenderal bintang dua. Orang nomor satu di Mabes Polri itu telah menjalankan perintah Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar kasus pembunuhan Brigadir J dibuka terang benderang. Jangan ada yang ditutupi.
ICK menilai penangkapan dan penahanan Ferdy Sambo dengan sangkaan pasal 340 KUHP merupakan insiden terbesar sepanjang sejarah Polri dimana pelaku merupakan Pati Polri aktif dan bahkan menskenariokan insiden berdarah tersebut.

"Solidaritas Polri wajib ditegakkan untuk kepentingan Polri ke depan walau peristiwa penembakan di rumah dinas menjadi lembaran hitam. Disatu sisi pimpinan Polri harus mampu dan wajib memulihkan kembali kepercayaan masyarakat. Selain menguatkan situasi kondusif dengan merapatkan barisan seluruh jajaran aparat penegak hukum seragam coklat itu menyerahkan proses penyidikan sepenuhnya secara profesional dan presisi," terang Ketua Forum Wartawan Polri (FWP) periode 2014 - 2016 ini.

Lebih lanjut, Gardi Gazarin menyatakan, Polri juga harus mengesampingkan adanya kekecewaan apalagi dendam dalam internal, yang utama bahkan tahapan penyidikan dijalankan sesuai fakta yang ada. Lebih dari itu pembinaan Polri sebagai ujung tombak Kamtibmas kembali berkiprah seperti semula. Jangan sampai mengurangi prestasi yang selama ini telah dicapai.

"Insiden ini tentu sebuah aib yang sangat memalukan, apalagi persoalan yang meminjam istilah Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD dipicu masalah yang tidak bisa didengar anak anak.
Mereka yang terlibat, orang dalam yang seharusnya mampu memberikan pelayanan Kamtibmas optimal namun menghancurkan dan meruntuhkan wibawa institusinya sendiri," ucap Gardi Gazarin.

Gardi Gazarin menegaskan, Kapolri via tim khusus tetap maksimal melanjutkan penyidikan tidak berhenti di empat tersangka, Irjen Pol Ferdy Sambo, Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu (Bharada E), Brigadir Ricky Rizal (Brigadir RR), dan tersangka KM.

"Dengan penetapan empat tersangka atau Sambo cs, ICK mengharapkan tidak sampai di situ, karena masih ada "PR" puluhan oknum Polri lain yang diamankan, untuk selanjutnya bisa di pilah mana yang patut dikenakan sanksi kode etik juga siapa saja oknum polri yang layak dijerat hukum pidana," kata Gardi.

Masyarakat lanjut Ketua ICK tentu ingin jajaran Polri solid dan sungguh sungguh mengendalikan Kamtibmas, tidak sebaliknya dalam kasus Ferdy Sambo puluhan oknum Polri transparan "pertontonkan" aksi nyata terlibat "Polri Tembak Polri".

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo menegaskan tidak ada peristiwa tembak menembak “Polisi Tembak Polisi” tetapi yang terjadi adalah peristiwa penembakan terhadap Brigadir Nopryansyah Yosua Hutabatara (Brigadir J). Mantan Kadiv Propam Inspektur Jenderal (Irjen) Pol Ferdy Sambo (FS) merupakan tersangka yang menyuruh melakukan pembunuhan dan menskenario peristiwa tembak menembak.

“Timsus sudah menetapkan saudara FS sebagai tersangka,” kata Kapolri dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (9/8/2022) malam.

Kapolri mengatakan ditemukan fakta baru bahwa pada saat kejadian penembakan tersebut diketahui Ferdy Sambo berada di lokasi kejadian.

“Tidak ditemukan fakta peristiwa tembak menembak seperti yang dilaporkan awal. Saya ulangi, tidak ditemukan fakta peristiwa tembak menembak seperti yang dilaporkan awal,” tegas Kapolri.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI