Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Lestarikan Obat Herbal, Kemendikbudristek Gandeng Komunitas Adat Turilenrang

Kamis, 11 Agustus 2022 | 13:34 WIB
Oleh : Maria Fatima Bona / CLA
Dalam upaya melestarikan tanaman obat herbal dan pengobatan tradisional, Kemendikbudristek menggandeng komunitas adat Turilenrang.

Gowa, Beritasatu.com - Masyarakat adat merupakan pemilik dan penggerak kebudayaan lokal pada lingkungan masing-masing, yang sangat berpotensi dalam mendukung pemajuan kebudayaan. Untuk melestarikan tanaman obat herbal dan pengobatan tradisional, Direktorat Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Masyarakat Adat (Direktorat KMA), Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) menggandeng komunitas adat Turilenrang Gowa, Sulawesi Selatan.

Direktur KMA Kemendikbudristek, Sjamsul Hadi mengatakan, dalam rangka peningkatan peran masyarakat adat tersebut, Direktorat KMA menempatkan kader perempuan sebagai tulang punggung dalam komunitas masyarakat adat.

“Direktorat KMA memberikan fasilitas dan pembekalan kepada kelompok perempuan adat dan penghayat kepercayaan dalam penyusunan rencana aksi strategis berdasarkan potensi dan tantangan yang dihadapi,” ujarnya dalam keterangan pers tertulis, Kamis, (11/8/2022).

Sjamsul menyebutkan perempuan adat Turilenrang di Komunitas Balassuka menginisiasi ruang dialog yang mengusung tema pelestarian tanaman obat herbal dan pengobatan tradisional. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada 9 Agustus 2022, bertepatan dengan momen penting perayaan Hari Internasional Masyarakat Adat Sedunia.

"Tema kegiatan ini dilatari fenomena gaya hidup ‘back to nature’ (kembali ke alam), dimanfaatkan oleh perempuan adat Turilenrang, komunitas Balassuka di Kabupaten Gowa, untuk mengembangkan pengetahuan pengobatan yang mengutamakan tanaman yang tersedia di wilayah adat," ucapnya.

Dikatakan Sjamsul, sinergi kegiatan bersama Direktorat KMA dan Pengurus Harian Komunitas (PHKom) Perempuan Aman Turilenrang di Balassuka telah dimulai sejak bulan Maret 2022. Direktorat KMA memberikan fasilitas dan pembekalan kepada kelompok perempuan adat dan penghayat kepercayaan dalam penyusunan rencana aksi strategis berdasarkan potensi dan tantangan yang dihadapi.

Sjamsul menyebutkan kondisi geografis wilayah tersebut menopang ketersediaan bahan baku herbal seperti jahe merah, jahe putih, temulawak, kunyit, kunyit hitam, serai, dan lainnya.

"Tanaman herbal ini diyakini memiliki khasiat untuk kesehatan. Pengobatan menggunakan tanaman herbal masih sangat terbuka luas, sejalan dengan semakin berkembangnya industri jamu, obat herbal, fitofarmaka, dan kosmetika tradisional," ujarnya.

Sjamsul juga menuturkan, meramu herbal seperti jamuan-jamuan merupakan pengetahuan yang diperoleh dari warisan leluhur berdasarkan pengalaman yang diwariskan dari generasi ke generasi.

"Pengetahuan meracik tanaman obat merupakan salah satu peran perempuan adat Turilenrang untuk memastikan kesehatan anak-anak, orang tua, dan keluarga. Utamanya penyakit yang dapat diatasi secara mandiri oleh perempuan adat, dan belum membutuhkan penanganan medis," paparnya.

Christriyati Ariani selaku perwakilan dari Direktorat KMA-Kemendikbudristek mengatakan, kepercayaan komunitas Turilenrang pada pengobatan herbal dibangun atas dasar pengalaman perempuan adat mempraktikkan pengobatan alami tanpa bahan kimia yang rendah risiko untuk penyakit seperti demam, batuk, dan lainnya.

“Bahan baku herbal yang didapatkan dari wilayah adat turut menjaminkan kepastian akses dan kontrol perempuan adat atas pengetahuan dan wilayah kelolanya," lanjutnya.

Christriyati menuturkan perubahan lingkungan di wilayah adat telah memengaruhi ketersediaan, pengenalan jenis, manfaat, dan habitat dari tanaman herbal. "Perempuan adat Turilenrang hendak mengembangkan, melestarikan, dan meneruskan pengetahuan serta pemanfaatan tanaman obat herbal. Sebagian besar pengetahuan ini masih tersimpan pada generasi sebelumnya," tuturnya.

Christriyati menambahkan bahwa generasi saat ini perlu melakukan upaya pendokumentasian tercatat. Selain itu, PHKom Turilenrang ingin pengetahuan mengenai herbal ini menjadikan wilayahnya sebagai salah satu tujuan wisata kesehatan dan mendorong terjadinya peningkatan pendapatan rumah tangga perempuan adat.

"Harapan dari seluruh rangkaian kegiatan ini adalah semakin kuatnya komunitas perempuan adat Turilenrang sebagai agen-agen perubahan yang mandiri serta terciptanya ekosistem pelestarian tanaman obat dan pengetahuan tradisional yang berkelanjutan," pungkasnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI