Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Bawaslu: Waspada Nama Dicatut Parpol Calon Peserta Pemilu 2024

Kamis, 11 Agustus 2022 | 17:35 WIB
Oleh : Yustinus Paat / FFS
Ilustrasi Bawaslu.

Jakarta, Beritasatu.com - Anggota Bawaslu Lolly Suhenty meminta masyarakat agar mengecek data diri agar namanya tidak dicatut partai politik (parpol) dalam proses pendaftaran sebagai calon peserta Pemilu 2024. Pendaftaran parpol kali ini menggunakan sistem informasi partai politik (Sipol).

Pengecekan ini dapat dilakukan melalui kanal infopemilu.kpu.go.id/Pemilu/Cari_nik.

"Jangan sampai ada pencatutan di Sipol," ujar Lolly dikutip Kamis (11/8/2022).

Bawaslu, kata Lolly juga akan mengajak dan berkoordinasi kementerian dan lembaga terkait untuk memastikan para anggotanya yang dilarang menjadi anggota parpol tidak dicatut namanya. Dia mencontohkan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) untuk mengimbau para kepala desa (kades) agar melakukan pengecekan data diri supaya namanya tidak dicatut parpol dalam proses pendaftaran sebagai calon peserta Pemilu 2024 menggunakan Sipol.

"Nanti kami akan mengeluarkan surat termasuk ke Kemendes PDTT berkenaan dengan tahapan pemilu sekarang, proses verifikasi administrasi parpol," tegas Lolly.

Lolly memandang nama para kades termasuk rentan dicatut oleh parpol untuk dijadikan sebagai anggota atau pengurus parpol, terutama di daerah. Padahal, lanjutnya, kades menurut peraturan perundang undangan tidak boleh terlibat dalam politik praktis sehingga wajib netral seperti halnya aparatur sipil negara (ASN), TNI, dan Polri.

Diketahui, dalam mekanisme pendaftaran calon peserta Pemilu 2024, saat ini parpol tengah mengunggah berkas-berkas persyaratan ke dalam akun Sipol KPU. Berdasarkan Peraturan KPU (PKPU) Nomor 4 Tahun 2022, salah satu persyaratannya yakni adanya struktur anggota parpol baik tingkat pusat sampai tingkat kecamatan.

"Jadi karena kades itu tidak boleh (menjadi anggota parpol) maka perlu diimbau untuk mengecek masing-masing namanya. Jangan sampai ada pencatutan di Sipol," tegas dia.

Peringatan Bawaslu ini bukan tanpa alasan. Hingga saat ini telah ada dugaan pencatutan nama penyelenggara pemilu yang berjumlah 98 nama.

"Maka jangan sampai tidak ada apa-apa namanya masuk dalam Sipol," pungkas Lolly.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI