Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Ajudan Ferdy Sambo Bripka Martius Marey, Ini Sosoknya

Kamis, 11 Agustus 2022 | 18:12 WIB
Oleh : Tim Beritasatu.com / WM
Kadiv Propam nonaktif Irjen Ferdy Sambo tiba di Gedung Bareskrim Mabes Polri untuk menjalani pemeriksaan terkait insiden yang menewaskan Brigadir J di Jakarta, Kamis, 4 Aguatus 2022.

Jakarta, Beritasatu.com - Mantan Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo saat ini memiliki tujuh ajudan yang berasal dari berbagai satuan Polri. Sebelumnya, Sambo memiliki delapan ajudan akan tetapi salah satunya tewas yaitu Brigadir Nopryansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J pada Jumat (8/7/2022) lalu.

Salah satu ajudan Sambo yaitu Bripka Matius Marey yang saat ini menjadi sorotan publik usai ia mengawal Sambo untuk memenuhi pemeriksaan di Bareskrim Polri pada Kamis (4/8/2022).

Kemudian, siapa sosok Bripka Matius Marey?

Matius merupakan Brigadir Polisi Kepala kelahiran Papua. Namanya ramai diperbincangkan publik usai saat itu mengawal suami Putri Candrawathi memenuhi pemeriksaan di Bareskrim Polri.

Matius ramai diperbincangkan publik sebab penampilannya yaitu lengan penuh tato serta wajahnya berjenggot tebal sehingga ia menjadi perhatian publik.

Pada saat Matius mengawal Sambo di Bareskrim Polri, ia mengenakan masker berwarna hitam dan kemeja hitam. Tampak, tato menghiasi lengan kirinya hal tersebut terlihat ketika Matius menjaga Sambo degan tangannya. Sebab pada saat itu, kondisi awak media cukup ramai di Bareskrim Polri.

Pria yang berasal dari Wamena, Papua tersebut terlihat pernah tergabung dalam operasi di Papua. Hal tersebut terlihat dari unggahan media sosial Instagram Martius @matiusmareytius yang menunjukan mengunggah foto sedang memegang senjata api laras panjang.

Pertanyaannya, apakah Polri boleh berjenggot dan memiliki tato?

Melansir dari laman penerimaan.polri.go.id, tertera bahwa aturan terkait tato dan tindik di persyaratan khusus dalam penerimaan Bintara Polri. Larangan tersebut tercantum dalam poin ke-9 pada bagian persyaratan khusus.

“9. Tidak bertato dan tidak ditindik atau anggota badan lainnya, kecuali yang disebabkan oleh ketentuan agama/ada,” demikian tertulis pada aturan tersebut Polri seperti dikutip Beritasatu.com, Kamis (11/8/2022).

Sedangkan, merujuk dari Peraturan Kapolri Nomor 2 Tahun 2016 tentang penyelesaian pelanggaran disiplin, pada Pasal 28 diatur bahwa anggota polisi dilarang memiliki tato, cambang, jenggot, dan menguncir rambut.

Pasal 28 tersebut berbunyi:

Sikap tampang meliputi:

a. kebersihan badan;

b. kerapian dan kebersihan pakaian;

c. rambut dicukur rapi dan tidak diwarnai, dengan ukuran Polisi Laki-laki (3:2:1) di atas kerah baju, dan Polisi Wanita tidak melebihi 2 (dua) sentimeter di bawah kerah baju;

d. tidak memelihara jambang, jenggot, poni dan kuncir;

e. khusus Polisi Laki-laki yang memelihara kumis dicukur rapi;

f. khusus Polisi Wanita tidak berdandan berlebihan, menggunakan make up yang wajar dan pantas, tidak mencolok serta menggunakan warna natural;

g. tidak membuat atau memelihara tato di badan;

h. kuku pendek, dipotong rapi dan tidak diwarnai; dan

i. postur tubuh serta berat badan ideal

Di sisi lain, belum diketahui Polri mengizinkan Matius yaitu ajudan mantan Kadiv Propam Polri memiliki tato dan jenggot. Apakah hal tersebut berdasarkan pengecualian tertentu.

Pengecualian tersebut misalnya, tertuang dalam syarat mendaftar sebagai polisi, yang berbunyi: tidak bertato dan tidak ditindik atau anggota badan lainnya, kecuali yang disebabkan oleh ketentuan agama/adat.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI