Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

BRIN: Pandemi Covid-19 Jadi Pembelajaran Perkuat Riset

Kamis, 11 Agustus 2022 | 19:27 WIB
Oleh : Maria Fatima Bona / YUD
Laksana Tri Handoko

Jakarta, Beritasatu.com - Pandemi Covid-19 menjadi pembelajaran berharga untuk pengembangan riset mulai dari sumber daya manusia (SDM) yakni tim periset hingga infrastruktur. Hal tersebut dipaparkan oleh Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Laksana Tri Handoko. Menurut Handoko diperlukan pengembangan vaksin dari tahap awal untuk manusia.

“Setelah pandemi baru sadar bahwa kita enggak punya tim periset pernah mengembangkan vaksin dari awal untuk manusia. Selain itu, kita sadar, kita tidak punya infrastrukturnya,” kata Handoko di Kantor Redaksi BeritaSatu Media Holdings (BSMH), Kamis (11/8/2022).

Menurut Handoko, sebelum adanya pandemi Covid-19, infrastruktur bergantung pada industri. Hal ini menjadi salah satu kendala periset, misalnya untuk melakukan uji klinis terbatas vaksin mulai dari pra klinis pada hewan atau Macaca tentu harus industri, namun biaya sangat mahal. Pasalnya, industri seperti PT Bio Farma yang sedang menjalani produksi reguler tentu harus dihentikan dan harus mengikuti tahap sertifikasi untuk melakukan uji klinis terbatas, termasuk pada vaksin Covid-19.

Untuk itu, BRIN membangun laboratorium animal BSL-3 untuk Macaca.

Kemudian bangun fasilitas Good Manufacturing Practice (GMP) untuk produksi terbatas untuk berbagai macam platform vaksin.

“Ini menjadi pelajaran Covid-19 itu enggak boleh kita ulangi lagi. Jadi kita sudah harus siap dan membuat siap infrastruktur dan tim periset kita beri tantangan. Tidak hanya vaksin Covid-19, tetapi vaksin lain,” ucapnya.

Untuk itu, Handoko menuturkan dengan situasi Covid-19 yang mulai melandai ini, BRIN memperkuat kapasitas dan kompetensi periset untuk bisa segera mengembangkan berbagai vaksin yang memang diperlukan dan menjadi penyakit endemik di Indonesia.

Handoko menuturkan, saat ini pihaknya mendorong agar periset dan industri mengembangkan vaksin lain seperti untuk kanker serviks, tuberkulosis (TBC) dan lainnya menggunakan fasilitas BRIN.

Menurutnya, dengan menggunakan fasilitas infrastruktur BRIN, tentu risiko lebih rendah bagi industri karena tidak perlu mengganggu produksi reguler.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI