Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Kasus PMK Terus Bertambah Jika Tak Terapkan Pembatasan

Kamis, 11 Agustus 2022 | 20:21 WIB
Oleh : Hendro D Situmorang / YUD
Vaksinasi PMK (penyakit mulut dan kuku) pada hewan ternak

Jakarta, Beritasatu.com - Kasus penyakit mulut dan kuku atau PMK bakal terus bertambah jika pembatasan dan pengetatan antar daerah zona merah dan hijau tidak diterapkan secara tepat.

"Penambahan kasus PMK akan terus terjadi jika pembatasan dan pengetatan antar daerah zona merah dan hijau tidak diterapkan secara tepat," kata Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), Prof Wiku Adisasmito pada konferensi pers virtual, Kamis (11/8/2022).

Berdasarkan data, per 10 Agustus 2022 dari 37 provinsi di Indonesia, kasus PMK sudah teridentifikasi di 24 provinsi. Terbaru penambahan kasus terjadi di Kalimantan Timur. Hal ini berbatasan langsung dengan Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan, di mana dua provinsi tersebut sudah terlebih dahulu tertular PMK.

Selain itu, penambahan kasus PMK juga ditemukan di Sulawesi Barat. Berbatasan dengan Sulawesi Selatan yang terlebih dahulu tertular PMK.

Di Kalimantan Timur, penambahan kasus terjadi di dua wilayah administratif. Yaitu kabupaten Paser dan Penajam Paser Utara. Sedangkan Sulawesi Barat terdapat kasus PMK di wilayah administratif yaitu Mamasa.

Sementara beberapa provinsi yang belum ditemukan kasus PMK baru di wilayah atau disebut dengan provinsi zero reported case terdapat di enam provinsi yaitu Kepulauan Riau, Sumatera Selatan, DKI Jakarta, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan dan Bali.

Selain itu, berdasarkan grafik yang ada, dapat dilihat bahwa DKI Jakarta memiliki tingkat kesembuhan klinis yang tinggi dibandingkan 5 provinsi lain, yaitu sebesar 95% dari 1048 kasus.

Kemudian Kalimantan Tengah memiliki tingkat kesembuhan dan tingkat potong bersyarat sepadan yaitu sekitar 50 persen dari 827 kasus.

Bali melakukan penanganan dengan potong bersyarat dengan persentase sebesar 99,46% dari 556 kasus. Sisanya dilaporkan mati.

Dari Kepulauan Riau, tingkat kesembuhan klinis mencapai 94% dari 415 kasus PMK. Dalam hal ini adalah kasus sapi potong dan perah. Terakhir di Sumatera Selatan memiliki tingkat kesembuhan 84 persen dan potong bersyarat 11,44 persen.

"Status provinsi zero reported case, diberikan jika suatu daerah tidak melaporkan kasus PMK baru selama 1 bulan. Serta dilengkapi data surveilans aktif sekurang-kurangnya dua laporan dalam satu bulan tersebut. Didukung konfirmasi hasil pemeriksaan laboratorium terkait," ungkap Wiku.

Pemerintah melalui Satgas Nasional Penanganan PMK menghimbau pemerintah daerah yang wilayahnya berstatus zona hijau, untuk segera melakukan pengawasan yang ketat pada lalu lintas hewan ternak.

"Selain itu, bagi Pemda yang wilayah zona hijau, untuk segera membentuk satgas untuk mencegah penularan penyakit di daerah hijau," tutup Wiku.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI