Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Terungkap, Motif Pembunuhan yang Diotaki Oknum TNI AU

Kamis, 11 Agustus 2022 | 20:39 WIB
Oleh : Vento Saudale / HA
Sejumlah tersangka pembunuhan Ahmad Nurcholys, Bendahara KONI Kayong Utara, Kalimantan Barat, dikawal petugas di Mapolres Bogor, 11 Agustus 2022.

Bogor, Beritasatu.com - Motif pelaku pembunuhan berencana dengan korban Bendahara KONI Kayong Utara, Kalimantan Barat (Kalbar) Ahmad Nurcholys ternyata terkait utang piutang.

Menurut keterangan polisi, Kamis (11/8/2022), pelaku tidak terima saat ditagih utang Rp 300 juta oleh korban.

Korban Ahmad datang ke Bogor untuk menemui salah satu pelaku berinisial AK (33) dengan maksud menagih utang sebesar Rp 300 juta, kata Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Kasatreskrim) Polres Bogor AKP Siswo DC Tariga.

Dari situ, AK berencana melakukan pembunuhan bersama tiga pelaku lainnya yakni AA (37), D (37) dan RH (25).

Sebelumnya diberikatakan bahwa AK adalah anggota TNI Angkatan Udara yang berdinas di Kalimantan Barat tetapi saat peristiwa terjadi sedang mengikuti pendidikan di Lanud Atang Sendjaja TNI AU, Bogor.

Menurut Siswo, korban adalah bendahara KONI di salah satu Kabupaten di Kalimantan Barat dan dia diduga telah menggunakan dana KONI sebesar Rp 600 juta untuk kepentingan pribadi.

"Karena yang bersangkutan menggunakan dana KONI untuk kepentingan pribadinya dan akan dilaksanakan audit, akhirnya korban berangkat ke Bogor untuk berupaya menagih utang karena seingat korban pelaku ini (AK) memiliki utang sebesar Rp 300 juta," kata Siswo.

Mengetahui korban mempunyai persoalan dengan uang KONI, tersangka pelaku AK mengklaim kepada korban bahwa selain sanggup membayar utangnya dia juga sanggup membantu kebutuhan uang yang dibutuhkan Ahmad, papar Siswo.

Klaim itu sebetulnya pancingan saja agar korban menuruti kehendak pelaku untuk dibawa ke sebuah tempat dan dihabisi nyawanya.

Kronologi
Setelah melontarkan umpan, pelaku mengiming-imingi korban untuk diajak ke tempat pembuatan uang palsu di wilayah Sukamakmur pada 30 Juli 2022. Dalam perjalanan, korban diminta pelaku menutup mata dengan alasan agar tidak mengetahui tempat yang dituju.

"Karena korban ini orang baru, pelaku mensyaratkan korban harus mau ditutup matanya dan diikat tangannya. Untuk meyakinkan korban, itu salah satu pelaku yang ikut dalam rombongan berpura-pura mau diikat tangannya dan ditutup matanya," jelasnya lagi.

Namun, korban justru dihabisi dengan cara dipiting dan dibekap oleh pelaku hingga meninggal dunia. Selanjutnya, jasad korban dibuang di bawah jembatan di wilayah Desa Sukawangi, Kecamatan Sukamakmur.

"Tidak jauh dari TKP akhirnya korban dihilangkan nyawanya dengan cara memiting leher korban. Kemudian tersangka D membekap korban dengan jaket sampai si korban mati lemas. Untuk lebih memastikan lagi bahwa korban mati, kemudian AK memerintahkan kepada tersangka RH untuk menjerat leher korban dengan tiga ritpet yang tadi digunakan seolah-olah dia terikat tapi digunakan untuk menjerat leher korban. Selanjutnya korban dibuang di jembatan di Desa Sukawangi," bebernya.

Dalam aksi pembunuhan berencana ini, pelaku AA (37), D (37) dan RH (25) dibayar masing-masing Rp 2 juta. Atas perbuatannya, para pelaku dijerat Pasal 340 KUHP, Pasal 338 KUHP dan Pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup.

"Ini masuknya pembunuhan berencana karena sebelum melakukan pembunuhan diketahui pada tanggal 27 Juli 2022 para pelaku ini sempat berkumpul di sebuah kafe di Kota Bogor untuk merencanakan dan berbagi peran," pungkas Siswo.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI