Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Tindakan Brigadir J kepada Istri Irjen Ferdy Sambo Terjadi di Magelang

Kamis, 11 Agustus 2022 | 21:29 WIB
Oleh : Achmad Fauzi, Dwi Argo Santosa / DAS
Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Pol Andi Rian Djajadi (tengah) bersama Kadiv Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo (kiri) memberikan keterangan pers di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, Kamis, 11 Agustus 2022.

Jakarta, Beritasatu.com - Tindakan yang melukai harkat dan martabat keluarga oleh Brigadir J kepada istri Irjen Ferdy Sambo, PC, dilakukan di Magelang, Jawa Tengah. Atas laporan sang istri, Ferdy Sambo marah sehingga merencanakan pembunuhan terhadap Brigadir J atau Nopryansyah Yosua Hutabarat.

Hal itu diungkapkan Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian Djajadi pada jumpa pers di Mako Brimob, Kamis (11/8/2022). Andi Rian Djajadi menyampaikan pengakuan tersangka Irjen Ferdy Sambo sesuai dalam berita acara pemeriksaan (BAP).

Seperti diberitakan, pembunuhan terhadap Brigadir J diduga terjadi di rumah dinas Irjen Ferdy Sambo, Kompleks Polri Duren Tiga, Jalan Duren Tiga Barat 005/001, Pancoran, Jaksel pada Jumat (8/7/2022).

Kasus ini pada mulanya disebut berawal dari pelecehan seksual dan penodongan senjata oleh Brigadir J kepada PC di rumah dinas tersebut. PC berteriak sehingga Bharada Richard Eliezer yang juga ajudan Ferdy Sambo menanyakan ada apa gerangan. Pertanyaan Richard Eliezer dijawab dengan tembakan oleh Brigadir J.

Menurut keterangan resmi polisi, kemudian terjadi saling tembak antara Bharada Eliezer dengan Brigadir J yang berakhir dengan tewasnya Brigadir J.

Namun keterangan resmi yang dirilis tiga hari setelah kejadian tersebut memuat banyak kejanggalan sehingga Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo membentuk tim khusus guna membongkar kasus ini.

Setelah sebulan lebih sehari, Irjen Sambo yang pada awalnya disebutkan tidak ada di lokasi penembakan, ditetapkan sebagai tersangka.

Tiga tersangka lainnya adalah dua ajudan yakni Bharada Richard Eliezer dan Bripka Ricky Rizal, serta seorang asisten rumah tangga, Kuat Ma'ruf.

"Dalam keterangannya, tersangka FS (Ferdy Sambo) megatakan bahwa dirinya menjadi marah dan emosi sertelah mendapat laporan dari istrinya, PC, yang mengalami tindakan yang melukai harkat dan martabat keluarga yang terjadi di Magelang," kata Andi Rian Djajadi tanpa menyebut lebih detail mengenai tindakan yang dimaksud.

Lokasi yang disebutkan, Magelang, adalah kota di mana rombongan keluarga mantan Kadiv Propam itu, termasuk para ajudan dan Brigadir J, pergi sebelum peristiwa penembakan di Duren Tiga, Jaksel.

Dari kronologi rekaman CCTV yang diungkapkan oleh Komnas HAM, rombongan dari Magelang tiba di Jakarta pada Jumat (8/7/2022). Irjen Sambo disebutkan sudah datang lebih dulu.

Brigadir J masih terlihat dalam rekaman CCTV tiba di Duren Tiga dan mengikuti tes PCR. Rekaman ini membantah dugaan bahwa ia dihabisi dalam perjalanan antara Magelang-Jakarta. Namun demikian, tidak ada rekaman CCTV di rumah dinas Sambo. CCTV dilaporkan rusak sejak dua minggu sebelum kejadian.

Menurut Andi Rian Djajadi, FS diperiksa selama tujuh jam, sejak pukul 11.00 WIB hingga pukul 18.00 WIB, sebagai tersangka pembunuhan berencana terhadap Brigadir J.

Diungkapkan, Irjen Sambo memanggil tersangka RE (Bharada Richard Eliezer) dan tersangka RR (Bripka Ricky Rizal) untuk melakukan perencanaan pembunuhan terhadap Brigadir J setelah mendapat laporan dari PC.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI