Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

KIB Didorong Segera Wujudkan Politik Persatuan

Kamis, 11 Agustus 2022 | 22:05 WIB
Oleh : Carlos KY Paath / CAR
Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto (tengah), Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Suharso Monoarfa (kiri) dan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan (kanan) berjabat tangan usai memberikan keterangan pers di gedung KPU, Jakarta, Rabu 10 Agustus 2022.

Jakarta, Beritasatu.comKoalisi Indonesia Bersatu (KIB) didorong segera mewujudkan politik persatuan dalam sebuah program konkret. Direktur Pusat Kajian Politik Universitas Indonesia, Aditya Perdana mengatakan KIB sepatutnya menerjemahkan tekad dan semangat itu.

“Hal yang penting sekarang seharusnya lebih ke tawaran program. Pembedanya di sana. Tawaran program, itu jauh lebih penting,” kata Aditya, Kamis (11/8/2022).

Dia mengatakan semangat KIB untuk menjaga stabilitas politik menjelang Pemilu 2024 berada dalam koridor yang tidak ingin kejadian polarisasi pada Pemilu 2019 terulang kembali.

“Saya pikir alasan yang diungkap KIB itu koridornya sama bahwa stabilitas politik-sosial itu kita tidak menginginkan terulangnya kembali polarisasi politik atau politisasi identitas yang memang marak di 2019,” ucapnya.

Menurutnya, semangat menjaga stabilitas politik itu menjadi kepentingan bersama bagi seluruh anak bangsa yang terlibat dalam pesta demokrasi lima tahunan. Pemilu yang jujur, adil, dan demokratis harus diwujudkan bukan hanya kontestan, tetapi juga penyelenggara dan pemilih. Semuanya benar-benar diajak untuk menjaga kesatuan dan persatuan.

Aditya mengungkapkan semangat menjaga persatuan dan kesatuan sudah menjadi kesepakatan nasional. Hal itu patut dicatat sebagai semangat kolektif. Tidak elok jika semangat itu dilabelkan pada hanya satu pihak.

“Kalau soal menjaga kesatuan dan persatuan dan sebagainya itu kan sudah kesepakatan nasional,” katanya.

Dia menyatakan semangat itu harusnya tidak digunakan untuk sebagai pembeda dalam pilihan politik. “Isu itu harus menjadi perhatian. Bukan kemudian dibelah dalam kontestasi pencalonan atau kontestasi politik,” tuturnya.

Sementara itu, pengamat politik Pangi Syarwi Chaniago mengatakan gagasan yang diusung oleh KIB menjadi angin segar bagi iklim demokrasi di Indonesia. Dia mengingatkan bagaimana dua pemilu sebelumnya yang menimbulkan polarisasi di masyarakat, bahkan sampai saat ini.

“Kalau mencermati KIB punya misi agenda bagaimana pemilu kita tidak inklusi, liberal, persaingan yang tidak terlalu membuat luka tadi ini bagus, punya cita-cita, ini angin segar untuk demokrasi untuk kemajuan politik,” katanya.

Menurutnya, ada dua hal yang menyebabkan konflik dalam pemilu, yaitu politik identitas dan pendengung politik. Pada dua gelaran pemilu terdahulu, dua hal ini jadi senjata dan terbukti memecah masyarakat.

“Demi keutuhan bangsa, dan stabilitas politik baik, menurut saya dua calon musibah yang akan berulang, kita tidak belajar dari pengalaman kita? Apa kita kurang belajar? Bentangan dua pemilu kita belajar, agar tidak main main dengan politik identitas dan polarisasi,” tegasnya.

Sebelumnya, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto menegaskan KIB bertekad menjaga stabilitas politik di Indonesia menjelang Pemilu 2024. KIB juga mendorong Pemilu 2024 dilaksanakan secara jujur, adil, demokratis, serta tidak menggunakan isu-isu yang hanya memecah belah bangsa.
“Kami memiliki semangat yang sama untuk menyambut pesta demokrasi yang akan diselenggarakan dalam Pileg dan Pilpres 2024. Ini adalah Pemilu yang ke-13 yang dilaksanakan di Indonesia,” tegas Airlangga.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI