Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Secara Diplomatik, Swiss Diminta Wakili Ukraina di Rusia

Jumat, 12 Agustus 2022 | 07:04 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR
Kedutaan besar Swiss di Moskwa, Rusia. 

Jenewa, Beritasatu.com- Ukraina telah meminta Swiss untuk mewakilinya secara diplomatis di Rusia. Seperti dilaporkan AFP, Rabu (10/8/2022), Swiss mengonfirmasi permintaan itu seraya menekankan bahwa Moskwa perlu menerima usulan tersebut.

Sejak Rusia meluncurkan invasi skala penuh ke Ukraina pada 24 Februari, Swiss telah menyatakan siap memberikan bantuan diplomatik dan menjadi perantara. Selama ini, Swiss memang terkenal dengan netralitasnya.

Pada Rabu (10/8), Kementerian Luar Negeri Swiss menyatakan pada Rabu bahwa Ukraina telah meminta agar Swiss "mengambil mandat kekuatan perlindungan" untuk Kyiv di Rusia. Kabar itu membenarkan satu cerita di surat kabar Luzerner Zeitung.

Kementerian luar negeri Swiss menjelaskan bahwa mandat kekuatan perlindungan semacam itu "memungkinkan negara-negara untuk mempertahankan hubungan tingkat rendah dan memberikan perlindungan konsuler kepada warga negara dari negara lain yang bersangkutan".

"Negosiasi terkait telah selesai," kata seorang juru bicara kementerian kepada AFP melalui email.

Sang juru biacar tidak memberikan rincian lebih lanjut tentang durasi atau isi negosiasi. Dia menekankan bahwa "kebijaksanaan adalah elemen penting dalam memberikan pelayanan yang baik".

Tetapi juru bicara itu menekankan bahwa agar mandat kekuatan perlindungan mulai berlaku, Rusia masih harus memberikan persetujuannya. Itu bisa rumit, karena Moskwa marah dengan keputusan Bern untuk mengikuti negara tetangga Uni Eropa dalam menjatuhkan sanksi terhadap Rusia, yang dilaporkan mempertanyakan apakah Swiss masih bisa dianggap netral.

Swiss memiliki tradisi panjang dalam bertindak sebagai kekuatan pelindung, pertama kali memainkan peran selama Perang Prancis-Prusia pada tahun 1870-71.

Negara Alpine yang kaya, telah memegang mandat seperti itu ratusan kali sejak saat itu. Saat ini, Swiss mewakili kepentingan diplomatik berbagai negara dalam situasi yang sama sulitnya.

Swiss mewakili kepentingan AS di Iran, dan kepentingan Iran di Kanada. Swiss juga mewakili kepentingan Iran di Arab Saudi dan sebaliknya, dan kepentingan Iran di Mesir.

Swiss telah membekukan aset Rusia senilai setara dengan 5,75 miliar franc Swiss (Rp 88,6 triliun) sejak invasi ke Ukraina. Seperti dilaporkan AFP, pembekuan aset itu dikonfirmasi seorang pejabat senior kementerian ekonomi, Kamis (24/3/2022).

Jumlah tersebut, sebesar 5,6 miliar euro (Rp 88,3 triliun), termasuk dana dan aset seperti properti di kawasan wisata Swiss, kata pejabat, Erwin Bollinger dari Sekretariat Negara untuk Urusan Ekonomi.

Pada 28 Februari, Swiss menyelaraskan diri dengan sanksi Uni Eropa meskipun netralitas tradisionalnya. Bank sejak itu diminta untuk melaporkan orang, perusahaan, atau entitas yang menjadi sasaran sanksi kepada Kementerian Ekonomi.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI