Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Tiba di Thailand, Gotabaya Rajapaksa Cari Perlindungan Sementara

Jumat, 12 Agustus 2022 | 10:32 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR
Mantan presiden Sri Lanka, Gotabaya Rajapaksa tiba di Thailand pada Kamis 11 Agustus 2022 untuk tinggal sementara Gotabaya Rajapaksa tiba di Bandara Internasional Don Mueang di Bangkok.

Bangkok, Beritasatu.com- Mantan presiden Sri Lanka, Gotabaya Rajapaksa tiba di Thailand pada Kamis (11/8/2022) untuk mencari perlindungan sementara. Seperti dilaporkan Reuters, tiga saksi mata Reuters mengatakan Rajapaksa mencari perlindungan sementara di negara kedua di Asia Tenggara setelah melarikan diri dari negara kepulauannya bulan lalu di tengah protes massal.

Rajapaksa tiba di bandara Don Mueang Bangkok dengan penerbangan sewaan dari Singapura setelah Otoritas Imigrasi & Pos Pemeriksaan mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Kamis bahwa ia telah meninggalkan Singapura.

Rajapaksa diperkirakan akan tinggal sementara di Thailand setelah melarikan diri dari Sri Lanka ke Singapura pada 14 Juli.

Rajapaksa mengundurkan diri dari jabatannya tak lama setelah itu menyusul kerusuhan yang belum pernah terjadi sebelumnya atas penanganan pemerintahnya terhadap krisis ekonomi terburuk dalam tujuh dekade. Pengunduran diri terjadi beberapa hari setelah ribuan pengunjuk rasa menyerbu kediaman dan kantor resmi presiden.

Pihak berwenang Thailand mengatakan bahwa mantan perwira militer, yang merupakan kepala negara Sri Lanka pertama yang mengundurkan diri pada pertengahan masa jabatan, tidak berniat mencari suaka politik dan hanya akan tinggal sementara.

"Ini adalah masalah kemanusiaan dan ada kesepakatan bahwa ini adalah tempat tinggal sementara. Rajapaksa tidak dapat berpartisipasi dalam kegiatan politik apa pun selama berada di Thailand," kata Perdana Menteri Thailand Prayut Chan-o-cha kepada wartawan, Rabu.

Menteri Luar Negeri Thailand Don Pramudwinai mengatakan bahwa pemerintah Sri Lanka mendukung perjalanan Rajapaksa ke Thailand, menambahkan bahwa paspor diplomatik mantan presiden akan memungkinkan dia untuk tinggal selama 90 hari.

Rajapaksa tidak muncul atau berkomentar di depan umum sejak meninggalkan Sri Lanka. Reuters tidak dapat segera menghubunginya.

Krisis ekonomi Sri Lanka adalah akibat dari beberapa faktor termasuk Covid-19, yang menghancurkan ekonominya yang bergantung pada pariwisata dan memangkas pengiriman uang dari pekerja di luar negeri, kenaikan harga minyak, pemotongan pajak populis, dan larangan impor pupuk kimia selama tujuh bulan tahun lalu. yang menghancurkan pertanian.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI