Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Jadi Tersangka di Kasus Brigadir J, Ini Pernyataan Lengkap Ferdy Sambo

Jumat, 12 Agustus 2022 | 11:03 WIB
Oleh : Stefani Wijaya / JEM
Kadiv Propam nonaktif Irjen Pol Ferdy Sambo (tengah), usai menjalani pemeriksaan, dikawal petugas provos keluar gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Kamis 4 Agustus 2022.

Jakarta, Beritasatu.com - Mantan Kadiv Propam Mabes Polri Irjen Ferdy Sambo telah ditetapkan sebagai tersangka terkait kasus dugaan pembunuhan berencana terhadap Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J.

Selain Sambo, adapun tiga tersangka lainnya yaitu Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu atau Bharada E, Bripka Ricky Rizal alias RR, Kuat Ma'ruf alias KM. Keempatnya disangkakan melanggar Pasal 340 KUHP subsider Pasal 338 juncto Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP dengan ancaman hukuman mati atau seumur hidup.

Sambo diduga mengatur agar seolah-olah terjadi baku tembak di rumah dinasnya di Duren Tiga, Jakarta Selatan beberapa waktu lalu.

Saat ini, Sambo tidak pernah muncul kehadapan publik sebab ia ditahan di Rutan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat.

Akan tetapi, ia menitipkan pesan yang ingin disampaikannya kepada publik. Pesan tersebut dititipkan melalui kuasa hukumnya, Arman Haris. Setelah itu, Arman membacakan pesan tersebut dihadapan awak media di Jalan Saguling III, Jakarta Selatan, Kamis (11/8/2022).

Berikut pernyataan lengkap dari Irjen Ferdy Sambo:

Izinkan saya sebagai manusia yang tidak lepas dari kekhilafan secara tulus meminta maaf dan memohon maaf sebesar-besarnya khususnya kepada rekan sejawat Polri beserta keluarga serat masyarakat luas yang terdampak akibat perbuatan saya yang memberikan infomasi yang tidak benar serat memicu polemik dalam pusaran kasus duren tiga yang menimpa saya dan keluarga. Saya akan patuh pada setiap proses hukum saat iki yang sedang berjalan dan nantinya di pengadilan akan saya pertanggungjawaban.

Saya adalah kepala keluarga dan murni niat saya untuk menjaga dan melindungi marwah dan kehormatan keluarga yang sangat saya cintai. Kepada institusi yang saya banggakan, Polri, dan khususnya kepada bapak Kapolri yang sangat saya hormati, saya memohon maaf dan secara khusus kepada sejawat Polri yang memperoleh dampak langsung dari kasus ini saya memohon maaf, sekali lagi saya memohon maaf akibat timbulnya beragam penafsiran serta penyampaian informasi yang tidak jujur dan mencederai kepercayaan publik kepada institusi polri. Izinkan saya bertanggung jawab atas segala perbuatan yg telah saya perbuat sesuai hukum yang berlaku.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI