Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Laptop Merah Putih Jadi Solusi Digital untuk Pendidikan

Jumat, 12 Agustus 2022 | 11:54 WIB
Oleh : Maria Fatima Bona / JEM
Laptop Merah Putih diperkenalkan dalam Pameran Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) 2022, yang digelar Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek).

Jakarta, Beritasatu.com - Indonesia boleh berbangga, karena laptop Merah Putih buatan dalam negeri telah menjadi solusi digital untuk pendidikan dan didistribusikan ke berbagai kampus di pelosok Indonesia.

Dosen Teknik Elektro Institut Sepuluh Nopember (ITS) Ahmad Affandi mengatakan, laptop Merah Putih yang digarap secara konsorsium dengan beberapa kampus memiliki berbagai keunggulan, antara lain kapasitas internalnya yang mumpuni.

Dalam keterangan pers tertulis, Jumat (12/8/2022), produk laptop Merah Putih ini diperkenalkan pada pameran Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) 2022, bertema “Transformasi dan Inovasi Pendidikan melalui Teknologi” yang digelar oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek).

"Produksi ini meningkatkan Tingkat Kemampuan Dalam Negeri (TKDN) sebagai proyek strategis yang didanai oleh negara," ujar Ahmad.

Menurut Ahmad, mayoritas perguruan tinggi belum memiliki pengalaman menghitung TKDN dan proses elektronika. Perguruan tinggi baru terbiasa merealisasikan produksi dengan jumlah yang terbatas. Harapannya ke depan, laptop ini dapat diproduksi massal.

“Jika ingin produk ini dapat berkompetisi dengan baik, maka harus bersedia memproduksi dengan jumlah yang jutaan,” ujarnya.

Dikatakan Ahmad, penelitian ini dimulai dari laptop dan tablet Merah Putih. Hal yang cukup penting untuk dipertimbangkan adalah spesifikasi laptop, subkomponen, desain dan menyiapkan rancangan.

“Laptop ini juga mempertimbangkan produksi dan kita harus mengikuti alur industri bagaimana laptop ini dibuat. Ada sertifikasi untuk mobile service, Integrated Marketing Communication (IMC), dan sertifikasi TKDN,” lanjut Ahmad.

Dalam konsorsium laptop Merah Putih, Ahmad mengatakan, ITS memilih membuat peralatan elektronik, karena jumlah kebutuhan akan hal tersebut cukup banyak. Harapannya apabila ada pendanaan di kemudian hari, akan meningkatkan TKDN laptop Merah Putih.

Dalam pembuatan laptop ini juga turut serta sepuluh peserta Magang dan Student Independent Bersertifikat (MSIB) dari lina kampus yaitu ITS, Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Indonesia (UI), Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Telkom University. Mahasiswa yang tergabung difasilitasi training dari industri agar memiliki pengalaman yang dapat berguna di kemudian hari.

Ahmad berharap laptop Merah Putih tidak hanya berhenti di satu penelitian saja, sehingga tercipta produk yang kolaboratif dengan industri, hingga mendapat lisensi.

“Institut Teknologi Sepuluh Nopember sudah menunjukkan bahwa perguruan tinggi itu mampu menjalani proyek, untuk masalah programming sudah mampu karena sudah pernah belajar kurang lebih dalam satu tahun. Kegiatan ini sudah mendapatkan sertifikasi serta untuk mengembangkan proyek ini tergantung bagaimana mengoordinasikannya dengan pemerintah, bisnis dan pendidikan agar cycle ini tetap berjalan,” pungkas Ahmad.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI