Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

PKB Harus Mempertimbangkan Suara NU di Pemilu 2024

Jumat, 12 Agustus 2022 | 15:23 WIB
Oleh : Lenny Tristia Tambun / JEM
Ilustrasi Pemilu 2024.

Jakarta, Beritasatu.com - Pendiri Saiful Mujani Research Consulting (SMRC) sekaligus ilmuwan politik Saiful Mujani mengatakan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) perlu mempertimbangkan suara dan aspirasi politik dari Nahdlatul Ulama (NU).

Hal tersebut disampaikan Saiful Mujani dalam acara Bedah Politik episode “Top Down Koalisi Gerindra-PKB?” yang disiarkan oleh kanal Youtube SMRC TV, Jumat (12/8/2022).

“Ada hubungan yang sangat khusus antara NU dan PKB. Kita tidak bisa membayangkan PKB tanpa NU,” kata Saiful Mujani.

Saiful menerangkan manifestasi politik NU bisa dalam bentuk banyak partai atau orang NU bisa ada di berbagai partai, salah satunya PKB. Tapi tidak sebaliknya, bahwa orang PKB bisa ada di pelbagai ormas lain.

“Karena itu, harus diperhitungkan apakah ormas NU yang menjadi basis bagi PKB menghendaki koalisi tersebut. Sampai saat ini, belum terdengar ada opini atau pendapat dari tokoh-tokoh NU tentang rencana koalisi PKB-Gerindra,” ujar Saiful Mujani.

Ditegaskannya, NU secara resmi memang tidak berpolitik, tapi politik organisasi ini dilakukan tanpa lembaga, seperti yang dipraktikkan Ma'ruf Amin, Hasyim Muzadi, atau Abdurrahman Wahid.

“Walaupun secara lembaga NU tidak berpolitik, tapi politik tidak bisa dipisahkan dari kehidupan orang-orang NU,” terang Saiful Mujani.

Guru Besar Ilmu Politik UIN Jakarta ini menyebutkan survei SMRC menemukan ada 9,7% publik Indonesia yang mengaku sebagai anggota aktif NU. Responden yang mengaku anggota NU tapi tidak aktif sebesar 18,1%.

“Artinya ada sekitar 27,8% publik yang mengaku sebagai anggota NU. Jumlah ini jauh lebih besar dari pemilih PKB yang hanya 9 sampai 10%,” ungkap Saiful Mujani.

Karena itu, Saiful menegaskan jika PKB ingin meningkatkan suara dalam pemilu, caranya adalah dengan makin dekat intensif dengan NU. “NU adalah ceruk alamiah PKB. Jangan lari ke mana-mana. Anda sendiri (PKB) sudah punya kebun yang luas (NU), tinggal dimaksimalkan,” terang Saiful Mujani.

Diungkapkan ilmuwan politik lulusan Ohio State University ini, di antara anggota NU yang aktif, 17,4% memilih PKB. Sementara anggota NU yang tidak aktif, ada sebanyak 16,7% memilih PKB. Sedangkan dari responden yang menyatakan bukan anggota NU, hanya 2,3% yang memilih PKB.

“Itu artinya ada hubungan yang sangat signifikan antara PKB dengan NU,” tukas Saiful Mujani.

Melihat data hubungan ini, lanjutnya, seharusnya PKB bertanya kepada NU sebelum membangun koalisi dengan Gerindra. Karena efek dari NU terhadap PKB sangat kuat. “PKB Tidak bisa mengabaikan unsur NU,” tegas Saiful Mujani.

Saiful mengingatkan PKB pernah hampir hilang pada Pemilu 2009 ketika mendapatkan suara hanya sekitar 5% dari sebelumnya sekitar 10%.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI