Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Polisi: Salman Rushdie Ditusuk di Leher, Tersangka Ditahan

Jumat, 12 Agustus 2022 | 23:47 WIB
Oleh : Surya Lesmana / LES
Penulis Inggris Salman Rushdie.

New York, Beritasatu.com - Polisi negara bagian New York mengatakan, Salman Rushdie menderita luka tusuk di leher ketika dia diserang di atas panggung pada hari Jumat (12/8/2022), dan menambahkan kondisi penulis Inggris itu tidak diketahui dan tersangka telah ditahan.

"Seorang tersangka laki-laki berlari ke atas panggung dan menyerang Salman Rushdie dan seorang pewawancara. Salman Rushdie menderita luka tusuk di leher, dan diangkut dengan helikopter ke rumah sakit daerah. Kondisinya belum diketahui," kata polisi dalam sebuah pernyataan.

Rekaman video yang diposting di media sosial menunjukkan orang-orang bergegas membantunya setelah dia diserang di acara di wilayah Chautauqua, dengan polisi mengkonfirmasi penusukan sambil menolak untuk segera mengidentifikasi korban.

"Peristiwa paling mengerikan baru saja terjadi di #chautauquainstitution - Salman Rushdie diserang di atas panggung di #chq2022. Amfiteater dievakuasi," kata seorang saksi di media sosial.

Kantor Sheriff Kabupaten Chautauqua mengatakan "kami dapat mengkonfirmasi ada penikaman," tanpa memberikan rincian lebih lanjut.

Kondisi Salman Rushdie tidak segera diketahui.

Penulis yang sekarang berusia 75 ini, menjadi sorotan setelah novel keduanya "Midnight's Children" pada tahun 1981, memenangkan pujian internasional dan Penghargaan Booker bergengsi Inggris untuk penggambaran India pasca-kemerdekaan.

Tapi bukunya tahun 1988 "The Satanic Verses" (Ayat-ayat Setan) menarik perhatian di luar imajinasinya ketika memicu fatwa, atau keputusan agama, yang menyerukan kematiannya oleh pemimpin revolusioner Iran Ayatollah Ruhollah Khomeini.

Novel itu dianggap oleh sebagian umat Islam sebagai tidak menghormati Nabi Muhammad.

Rushdie, yang lahir di India dan seorang ateis, dipaksa untuk pergi bersembunyi karena ada sayembara untuk dirinya.

Dia diberikan perlindungan polisi oleh pemerintah di Inggris, tempat dia bersekolah dan tempat tinggalnya, setelah pembunuhan atau percobaan pembunuhan terhadap penerjemah dan penerbitnya.

Dia menghabiskan hampir satu dekade bersembunyi, pindah rumah berulang kali dan tidak bisa memberi tahu anak-anaknya di mana dia tinggal.

Rushdie baru mulai bangkit dari pelariannya pada akhir 1990-an setelah Iran pada 1998 mengatakan tidak lagi mendukung pembunuhannya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: AFP


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI