Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Hakteknas 2022: Pembangunan IKN Mengusung Konsep Green City

Sabtu, 13 Agustus 2022 | 08:26 WIB
Oleh : CLA
Momen Hakteknas 2022 menjabarkan bahwa pembangunan IKN nantinya akan memakai konsep green city.

Jakarta, Beritasatu.com - Peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) diselenggarakan oleh Forum Dialog Nusantara (FDN) pada Rabu, (10/8/2022) di Grand Ballroom 3, Hotel Pullman, Jl. MH.Thamrin Jakarta. Dalam acara peringatan Harteknas ini, peluncuran buku “Pembangunan Ibu Kota Baru dan Stabilitas Politik Nasional” pun turut dilakukan.

Acara Hakteknas 2022 ini dibuka oleh Dr. Ing. Ilham Akbar Habibie, MBA, selaku Ketua Dewan Penasihat FDN. Sementara itu, Hakteknas 2022 juga dihadiri oleh sejumlah tokoh penting seperti Dr .Ir. Akbar Tandjung, Gubernur Lemhannas RI Andi Widjajanto, M.Sc., Ph.D, Anggota DPR RI Abdul Kholik, Peneliti Senior BRIN Prof. Dr. Siti Zuhro, Pengamat Pertahanan Dr. Ir. Ade Muhammad, dan lain-lain.

Dalam sambutannya di Hakteknas 2022, Ilham Habibie menekankan pentingnya pembangunan teknologi, khususnya teknologi dirgantara sebagai wujud kemajuan sebuah bangsa. Pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) juga harus bisa menjadi Kota Pintar yang Inovatif, Transformatif, dan Berkelanjutan.

Sesuai rencana, IKN akan dibangun dengan konsep green city, yang akan dipadukan dengan kota yang smart, forest, sustainable, dan blue. Selanjutnya, IKN juga akan menerapkan pemanfaatan energi terbarukan dan rendah karbon (solar energy, gas, dan lain-lain) untuk power and gas supply, efficient power grid, dan street and building lighting. Dalam penerapannya untuk efisiensi dan konservasi energi, diperlukan green building design melalui circular water management system dan district cooling system.

Konsep yang telah direncanakan ini dinilai sudah sangat bagus, akan tetapi, dalam pelaksanaannya harus konsisten berbasis kota hijau yang mensyaratkan green city, di antaranya, perencanaan dan perancangan kota yang berkelanjutan, pengadaan ruang terbuka hijau, penerapan bangunan hijau yang ramah energi, pengolahan sampah secara terpadu, penggunaan transportasi yang ramah lingkungan, peningkatan kualitas air perkotaan, dan pengembangan kerja sama antara pemerintah, masyarakat, serta dunia usaha yang sehat, yang dikenal dengan istilah komunitas hijau atau green community.

Untuk mengoptimalkan konsep green dan forest city, konsep tersebut harus diperkaya dengan konsep green economy. Green economy atau ekonomi hijau didefinisikan sebagai perekonomian berwawasan lingkungan, di mana pertumbuhan dan pembangunan ekonomi diselaraskan tanpa merusak lingkungan dan mengedepankan pembangunan yang berkelanjutan atau sustainable development.

Konsep green economy bertujuan menumbuhkan ekonomi dengan cara bermanfaat, berkeadilan sosial dan ramah lingkungan, serta mempromosikan kesehatan, keselamatan, dan kesejahteraan untuk jangka panjang. Konsep green economy mencakup enam bidang utama yakni energi terbarukan, transportasi berkelanjutan, bangunan hijau, pengelolaan air, pengelolaan limbah, dan pengelolaan lahan.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI