Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

PSI Dinilai Punya Potensi Perkuat Koalisi Indonesia Bersatu

Sabtu, 13 Agustus 2022 | 11:34 WIB
Oleh : Carlos KY Paath / CAR
Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto (tengah), Ketua Umum DPP PAN Zulkifli Hasan (tiga kiri), Ketua Umum DPP PPP Suharso Monoarfa (tiga kanan), dan sejumlah pengurus dan kader partai, bersama-sama berjalan kaki untuk melakukan Pendaftaran Partai Politik Calon Peserta Pemilu tahun 2024 di Gedung KPU, Jakarta, Rabu 10 Agustus 2022.

Jakarta, Beritasatu.com - Direktur Eksekutif PARA Syndicate Ari Nurcahyo menilai Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mempunyai potensi besar untuk bergabung dengan Koalisi Indonesia Bersatu (KIB). Ari mendasarkan pandangannya itu berdasar sikap PSI terhadap politik identitas dan dukungan PSI pada pemerintahan Presiden Joko Widodo. Di sisi lain, KIB berulang kali menegaskan keseriusan untuk menghindari polarisasi, menolak politik identitas, dan melanjutkan program Jokowi.

“Saya pikir dua hal ini soal menjaga persatuan, menolak politik identitas, dan bagaimana meneruskan capaian pak Jokowi untuk periode berikutnya. Kesamaan platform itu potensial buat PSI untuk bergabung," tegas Ari di Jakarta, Sabtu (13/8/2022).

Menurutnya, PSI memiliki rekam jejak yang begitu keras dalam menolak politik identitas. Dengan begitu, potensi pengabungan itu menjadi besar ketika melihat proyeksi Pemilu 2024 yang kemungkinannya juga masih memunculkan politik identitas.

“Dalam konteks itu sebenarnya apa yang menjadi harapan PSI terkait Pemilu 2024 itu sejalan dengan platform KIB yang beberapa kali ditegaskan soal bagaimana kita menjaga persatuan dan menolak segala bentuk politik identitas yang potensinya cukup kuat di 2024,” ucapnya.

Selain itu, PSI juga dinilai memiliki loyalitas pada Presiden Jokowi dan memiliki semangat untuk melanjutkan capaian pemerintahan saat ini.

Ari menilai KIB cukup menarik sebagai sebuah koalisi. Dalam pandangannya, KIB berani membentuk koalisi sejak dini berbasis idealisme politik kebangsaan. Pada saat yang sama, pembentukan koalisi dinilai prematur sebab belum memunculkan nama capres-cawapres.

“Itu tentu ada kesamaan platform, ada kesamaan kepentingan yang mengikat mereka. Semoga mereka konsisten dengan idealisme politik kebangsaan ini,” tegasnya.

Oleh sebab itu, Ari mendorong KIB untuk segera menerjemahkan idealisme politik kebangsaan yang diusung. KIB perlu secepatnya membuat program nyata dan konkret.

“Kita menagih idealisme politik KIB untuk diturunkan menjadi program-program kerja bersama. Apalagi mereka sekarang posisinya masih di pemerintahan. Buat dong narasi publik, edukasi politik ke warga untuk menguatkan arus tengah, sehingga memitigasi polarisasi dari awal,” katanya.

Sebelumnya, Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto menyebut KIB terbuka untuk siapa saja. Dia kembali menegaskan KIB adalah koalisi yang inklusif.

“Indonesia ini besar, oleh karena itu kita tidak bisa bekerja sendiri, kita harus bisa bekerja bersama, dan kita harus secara inklusif menata negara ini, dan tentu periode 2024 adalah krusial, makanya kita butuh lebih banyak pemikiran agar kita menjadi selamat, menjadi negara yang maju nanti,” ujar Airlangga di kantor KPU, Jakarta, Rabu (10/8/2022).

KIB masih belum menentukan pasangan calon presiden dan calon wakil presiden yang diusung pada Pemilu Presiden dan Wakil Presiden 2024. Namun, Partai Golkar sudah mantap akan memajukan Airlangga sebagai calon presiden.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI