Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Tanpa Sekolah, Masa Depan Anak Perempuan Afghanistan Tak jelas

Sabtu, 13 Agustus 2022 | 12:11 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR
Serangan terbaru terhadap hak-hak perempuan di Afghanistan yang dikelola Taliban ini terjadi hanya beberapa hari setelah pemerintah Taliban menolak anak perempuan kembali ke sekolah setelah kelas enam. 

Kabul, Beritasatu.com- Anak perempuan Afghanistan menghadapi masa depan yang tidak pasti setelah setahun tanpa sekolah. Seperti dilaporkan AP, Jumat (12/8/2022), tidak ada tanda-tanda bahwa Taliban yang berkuasa akan mengizinkan anak-anak perempuan kembali ke sekolah.

Di satu rumah di Kabul, puluhan orang berkumpul pada hari baru-baru ini untuk mengikuti kelas di sekolah informal yang didirikan oleh Sodaba Nazhand. Dia dan saudara perempuannya mengajar bahasa Inggris, sains, dan matematika untuk anak perempuan yang seharusnya duduk di bangku sekolah menengah.

“Ketika Taliban ingin mengambil hak pendidikan dan hak kerja dari perempuan, saya ingin menentang keputusan mereka dengan mengajar gadis-gadis ini,” kata Nazhand kepada The Associated Press.

Sekolah informal Nazhand adalah salah satu dari sejumlah sekolah bawah tanah yang beroperasi sejak Taliban mengambil alih negara itu setahun lalu dan melarang anak perempuan melanjutkan pendidikan mereka setelah kelas enam.

Saat Taliban telah mengizinkan perempuan untuk melanjutkan kuliah di universitas, pengecualian ini akan menjadi tidak relevan ketika tidak ada lagi anak perempuan yang lulus dari sekolah menengah.

“Tidak ada cara untuk mengisi celah ini, dan situasi ini sangat menyedihkan dan memprihatinkan,” kata Nazhand.

Badan bantuan Save the Children mewawancarai hampir 1.700 anak laki-laki dan perempuan berusia antara 9 dan 17 tahun di tujuh provinsi untuk menilai dampak pembatasan pendidikan.

Survei yang dilakukan pada Mei dan Juni dan dirilis Rabu, menemukan bahwa lebih dari 45% anak perempuan tidak bersekolah, dibandingkan dengan 20% anak laki-laki. Survei juga menemukan bahwa 26% anak perempuan menunjukkan tanda-tanda depresi, dibandingkan dengan 16% anak laki-laki.

Hampir seluruh penduduk Afghanistan terjerumus ke dalam kemiskinan dan jutaan orang tidak dapat memberi makan keluarga mereka. Pada saat yang sama, dunia memotong pembiayaan sebagai tanggapan atas pengambilalihan Taliban.

Guru, orang tua, dan pakar semuanya memperingatkan bahwa berbagai krisis di negara itu, termasuk keruntuhan ekonomi yang menghancurkan, terbukti sangat merugikan anak perempuan.

Taliban telah membatasi pekerjaan perempuan, mendorong mereka untuk tinggal di rumah. Taliban juga mengeluarkan aturan berpakaian yang mengharuskan kaum perempuan untuk menutupi wajah mereka, kecuali mata mereka, meskipun aturan tersebut tidak selalu ditegakkan.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI