Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Langgar Kode Etik Kasus Brigadir J, 16 Polisi Ditempatkan di Tempat Khusus

Sabtu, 13 Agustus 2022 | 12:42 WIB
Oleh : Stefani Wijaya / BW
Kadiv Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo

Jakarta, Beritasatu.com - Sebanyak 16 polisi ditempatkan di tempat khusus karena diduga melanggar kode etik dalam mengusut kasus dugaan pembunuhan berencana terhadap Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J. Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Dedi Prasetyo memerinci, 6 orang ditempatkan di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat. Sedangkan 10 orang lainnya di tempat khusus di Provost.

"Untuk Patsus saat ini total 16 orang; 6 orang patsus di Mako, dan 10 orang Patsus di Provost," kata Dedi saat dikonfirmasi, Sabtu (13/8/2022).

Akan tetapi, Dedi belum memerinci terkait nama-nama 16 orang tersebut yang telah ditempatkan di tempat khusus terkait kasus Brigadir J tersebut.

Hingga saat ini, Inspektorat Khusus (Itsus) masih terus melakukan pemeriksaan terhadap anggota yang diduga melanggar kode etik terkait mengusut kasus tewasnya Brigadir J.

Sebelumnya, sebanyak 36 personel Polri diduga melanggar kode etik dalam mengusut kasus dugaan kematian Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J.

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Dedi Prasetyo mengatakan, sebelumnya yang diduga melanggar kode etik ada sebanyak 31. Akan tetapi hingga saat ini bertambah menjadi 36.

"Ya betul 31 kemarin lusa tambah 1 orang dan semalam 4 orang," kata Dedi saat dikonfirmasi Beritasatu.com, Sabtu (13/8/2022).

Diketahui, Inspektorat Khusus (Itsus) telah memeriksa 56 personel kepolisian terkait dugaan pelanggaran etik dalam mengusut kasus dugaan pembunuhan berencana terhadap Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J.

"Jadi untuk Itsus kan pemeriksaan masih bertambah yang sudah dimintai keterangan ada 56," kata Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo kepada wartawan di Bareskrim Polri, Kamis (11/8/2022).

Dikatakan Dedi, 31 personel sudah terbukti melakukan pelanggaran etik karena tidak profesional dalam olah tempat kejadian perkara (TKP). Tidak hanya itu, ada dugaan menghalangi penyelidikan atau obstruction of justice akan tetapi hal tersebut masih terus dikembangkan.

"Itsus ini masih berproses kalau misalnya dari 31 itu terbukti ada pelanggaran pidananya dari Itsus itu semua diserahkan penyidik nanti dari dari penyidik Bareskrim akan menindaklanjuti apa yang menjadi rekomendasi," ucapnya.

Sebelumnya, Polri telah memeriksa 31 anggota Polri karena melanggar prosedur penanganan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Dari jumlah tersebut, 11 di antaranya kini menjalani hukuman disiplin berupa penempatan dalam tempat khusus (patsus) di Mako Brimob untuk pemeriksaan intensif. Salah satunya adalah Irjen Pol Ferdy Sambo, mantan Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Kadiv Propam) Polri.

Terkait kasus ini, Polri telah menetapkan empat orang tersangka dalam kasus ini dugaan pembunuhan berencana terhadap Brigadir J. Keempatnya yaitu Irjen Ferdy Sambo, Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu atau Bharada E, Bripka Ricky Rizal aliasa RR, Kuat Ma'ruf alias KM.

Keempatnya disangkakan melanggar Pasal 340 KUHP subsider Pasal 338 juncto Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP dengan ancaman hukuman mati atau seumur hidup.

Sebelumnya, Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto mengatakan, sebelum tewas, Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J berada di pekarangan depan rumah.

Kemudian, mantan Kadiv Propam Mabes Polri Irjen Ferdy Sambo memanggil Brigadir J untuk masuk ke dalam rumah.

Hal tersebut berdasarkan hasil gelar perkara dan pemaparan dari Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri dan juga berdasarkan saksi saat kejadian tersebut.

"Semua saksi kejadian menyatakan Brigadir Yosua tidak berada di dalam rumah, tetapi di taman pekarangan depan rumah. Alm J masuk saat dipanggil ke dalam oleh FS," kata Agus saat dikonfirmasi wartawan, Sabtu (13/8/2022).



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI