Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Atasi HIMARS, Rusia Kembangkan Taktik Baru di Ukraina

Sabtu, 13 Agustus 2022 | 13:54 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR
Foto dokumentasi pada 30 Juni 2022 memperlihatkan sistem Roket Artileri Mobilitas Tinggi M142 AS (HIMARS) menembakkan salvo selama latihan militer "Singa Afrika" tahunan kedua di wilayah Tan-Tan di barat daya Maroko.

Moskwa, Beritasatu.com- Rusia sedang mengembangkan taktik baru untuk mengatasi dampak Sistem Roket Artileri Mobilitas Tinggi (HIMARS) yang dipasok Amerika Serikat (AS). Seperti dilaporkan Newsweek, Kamis (11/8/2022), pejabat Ukraina mengatakan HIMARS telah membuat pasukan Rusia dalam keadaan putus asa.

Oleksiy Danilov, sekretaris Dewan Keamanan dan Pertahanan Nasional Ukraina, mengatakan kepada Sky News dalam satu wawancara yang diterbitkan Kamis bahwa taktik baru ini disebut sebagai "dispersi."

"Mereka sekarang mengurangi penumpukan amunisi dan sebagainya. Tapi itu tidak membantu mereka," katanya.

HIMARS AS di Ukraina, 16 unit di antaranya telah dikirim ke negara yang dilanda perang sejauh ini. HIMARS telah mendapat perhatian dalam beberapa pekan terakhir karena keberhasilan dilaporkan dalam serangan terhadap Rusia.

Lusinan depot amunisi Rusia termasuk di antara target yang dilaporkan dihancurkan Ukraina, menjelaskan mengapa Rusia mungkin mencoba untuk membubarkan amunisinya.

Newsweek tidak dapat secara independen memverifikasi taktik baru Rusia untuk melawan serangan HIMARS. Kementerian pertahanan Rusia dan Ukraina telah dihubungi untuk konfirmasi dan komentar.

Menurut pabrikan HIMARS Lockheed Martin, sistem tersebut memiliki jangkauan "yang diakui dan terbukti" hingga 300 kilometer, setara dengan sekitar 186 mil, dan dapat menghasilkan "serangan presisi jarak jauh yang cepat." Perusahaan menyatakan bahwa amunisi dalam pengembangan akan dapat menawarkan jangkauan yang lebih besar dari 499 kilometer, sekitar 310 mil, pada masa depan.

Kepada Sky News, Danilov mengatakan bahwa tentara Rusia "takut" dengan senjata tersebut.

"Pertama, mereka tidak tahu dari mana rudal itu akan terbang, mereka tidak bisa mencegatnya. Mereka jatuh ke kondisi kebingungan," katanya.

"Keberhasilan Ukraina dengan HIMARS adalah 'tak terduga' untuk Rusia, dan roket itu telah mendapatkan begitu banyak ketenaran dalam perang bahwa akronim adalah sinonim untuk kata 'kematian," kata Danilov.

Pejabat AS dan Ukraina telah berulang kali menggembar-gemborkan efektivitas HIMARS terhadap target Rusia.

Paket bantuan keamanan AS terbaru ke Ukraina, yang bernilai US$ 1 miliar (Rp 14,6 triliun), termasuk amunisi HIMARS tambahan.

Dalam rilis Pentagon pada Senin yang merinci isi paket, Colin Kahl, wakil menteri pertahanan untuk kebijakan, menjelaskan bahwa Ukraina telah berhasil memanfaatkan jenis amunisi HIMARS, Sistem Roket Peluncuran Berganda Terpandu (GMLRS), melawan Rusia.

"Amunisi itu sendiri, GMLRS ini memiliki efek yang sangat besar. Ini adalah hulu ledak seberat 200 pon, ini setara dengan serangan udara, sejujurnya—serangan udara berpemandu presisi. Ini adalah amunisi berpemandu GPS. Mereka sangat efektif dalam menghantam benda-benda yang sebelumnya sulit dipukul dengan andal oleh Ukraina,” ujar Kahl.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI