Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Dipecat Sebagai Kuasa Hukum Bharada E, Deolipa Tuntut Negara Rp 15 Triliun

Sabtu, 13 Agustus 2022 | 15:57 WIB
Oleh : Achmad Fauzi / WM
Pengacara Deolipa Yumara saat memberikan keterangan berkaitan dengan pencopotannya sebagai kuasa hukum Eliezer di Depok, Jawa Barat, Sabtu, 13 Agustus 2022.

Depok, Beritasatu.com – Deolipa Yumara mengaku bakal menuntut negara sebesar Rp 15 triliun atas pemecatan dirinya sebagai kuasa hukum Bharada E. Menurutnya hal itu setimpal dengan kerja kerasnya selama lima hari.

Deolipa Yumara juga telah mengaku telah menyiapkan sejumlah lagu yang sengaja dibuatnya terkait dengan kasus kematian Brigadir J.

“Judulnya apa ya, oh ya Gangster Sambo. Ingat ya judulnya Gangster Sambo, Robin Hood Rp 15 triliun,” ucapnya dalam jumpa pers di kediamannya, di Depok, Sabtu (13/8/22).

Dalam kesempatan itu, pria yang mengaku sebagai mantan aktivis 98 ini pun mengaku bahwa dirinya menuntut negara untuk membayar ganti rugi sebesar Rp 15 triliun.

“Ketika ada pemecatan memang saya berbicara kepada dua wartawan. Jadi saya bilang, saya memang akan menggugat, minta fee selama saya lima hari kerja karena nggak tidur-tidur,” tuturnya.

Dirinya menjelaskan, selama lima hari itu, yakni dari Sabtu, Minggu, Senin, Selasa, Rabu, Kamis seluruh tenaga dan waktunya terkuras habis.

“Oke harga itulah, saya tidur pikir lagi, nggak mikir lagi, enggak mikir tapi saya akhirnya nggak pernah mikir lagi. Saya minta enggak ngebebanin, kan saya mintanya ke Pak Jokowi dong, presiden. DPR ada duit juga, kan biasanya banyak duit,” pintanya.

Menurut Deolipa, pemecatan terhadap dirinya sebagai pengacara Bharada E adalah perbuatan yang tidak adil.

Oke jadi saya kemudian karena dibeginikan oleh negara, ya saya minta aja dong duit Rp 15 triliun buat 5 hari kerja. Berarti kalau satu hari berapa tuh, ya Rp 3 triliun cukuplah,” katanya.

“Rp 3 triliun cukup buat foya-foya. Nah sekarang mau tanya, ya pasti bangsa Indonesia marah lihat aja di berita,” timpalnya lagi.

Terkait hal itu, Deolipa kemudian menjelaskan maksud tuntutannya tersebut. Ia menegaskan, bahwa uang sebesar Rp 15 triliun itu bukan untuk dinikmati sendiri.

“Rp 3 triliun saya mau kasih kepada semua petani-petani di Indonesia. Rp 3 triliun lagi saya mau bagi-bagi kepada seluruh wartawan di Indonesia,” katanya.

Selanjutnya, Rp 3 triliun lagi akan ia bagikan kepada semua orang susah di Indonesia.

“Rp 3 triliun lagi saya mau bikin supaya SDM Polri ini jadi bagus, jadi duitnya saya bagi-bagi aja kepada seluruh anggota polisi. Sisa berapa tuh? Saya mau beli Gunung Salak, eh jangan deh,” ungkapnya.

Lanjut Deolipa, sisa duitnya lagi akan ia bagikan pada keluarga korban terkait kasus kematian Brigadir J.

“Saya mau kasih buat orang-orang yang menderita gara-gara ini, ya mungkin pengacara-pengacara yang ikut kerja, saya bagi-bagi semuanya,”

Deolipa menegaskan, dirinya tak akan mengambil untung dari tuntutan tersebut.

“Saya cuma ambil nol rupiah, jadi kosong. Saya tadinya mau ngambil satu rupiah, tetapi kan nggak ada uang Rp 1 di Indonesia. Makanya saya ambil nol rupiah,” pungkasnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI