Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Menkes Ukraina Tuduh Rusia Blokir Akses Obat-obatan

Sabtu, 13 Agustus 2022 | 20:16 WIB
Oleh : Surya Lesmana / LES
Ibu Negara Iriana Joko Widodo didampingi Presiden Joko Widodo menyerahkan bantuan obat-obatan kepada rumah sakit di Kyiv, Ukraina, Rabu, 29 Juni 2022.

Kyiv, Beritasatu.com - Menkes Ukraina menuduh pihak berwenang Rusia melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan dengan memblokir akses ke obat-obatan yang terjangkau di daerah-daerah yang telah diduduki pasukannya sejak menginvasi negara itu lima setengah bulan lalu.

Dalam sebuah wawancara dengan The Associated Press, Menkes Ukraina Viktor Liashko mengatakan pihak berwenang Rusia berulang kali telah memblokir upaya untuk menyediakan obat-obatan yang disubsidi negara kepada orang-orang di kota-kota dan desa-desa yang diduduki.

“Sepanjang enam bulan perang, Rusia tidak (mengizinkan) koridor kemanusiaan yang layak sehingga kami dapat menyediakan obat-obatan kami sendiri kepada pasien yang membutuhkannya,” kata Liashko, berbicara di Kementerian Kesehatan di Kyiv Jumat (12/8/2022) malam.

“Kami percaya bahwa tindakan ini diambil dengan niat oleh Rusia, dan kami menganggapnya sebagai kejahatan terhadap kemanusiaan dan kejahatan perang yang akan didokumentasikan dan akan diakui,” kata menkes Ukraina tersebut.

Pemerintah Ukraina memiliki program yang menyediakan obat untuk penderita kanker dan kondisi kesehatan kronis. Penghancuran rumah sakit dan infrastruktur bersama dengan pemindahan sekitar 7 juta orang di dalam negeri juga telah mengganggu bentuk perawatan lain, menurut pejabat PBB dan Ukraina.

Perang di Ukraina telah menyebabkan gangguan parah pada layanan kesehatan yang dikelola negara, yang sedang menjalani reformasi besar, sebagian besar sebagai tanggapan terhadap pandemi Covid-19, ketika Presiden Rusia Vladimir Putin memerintahkan pasukannya untuk menyerang pada 24 Februari.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan, pihaknya mencatat 445 serangan terhadap rumah sakit dan fasilitas perawatan kesehatan lainnya pada 11 Agustus yang secara langsung mengakibatkan 86 kematian dan 105 luka-luka.

Tapi Liashko mengatakan efek sekundernya jauh lebih parah.

“Ketika jalan dan jembatan rusak di daerah-daerah yang sekarang dikuasai oleh pasukan Ukraina, sulit untuk membawa seseorang yang mengalami serangan jantung atau stroke ke rumah sakit,” katanya.

“Terkadang, kita tidak bisa tepat waktu, ambulans tidak bisa sampai tepat waktu. Itu sebabnya perang menyebabkan lebih banyak korban (daripada yang tewas dalam pertempuran). Itu angka yang tidak bisa dihitung.”



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Arab News/AP


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI